CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.632.000   22.000   0,84%
  • USD/IDR 17.880   -62,00   -0,35%
  • IDX 6.340   108,24   1,74%
  • KOMPAS100 839   16,49   2,00%
  • LQ45 637   8,89   1,42%
  • ISSI 218   3,63   1,69%
  • IDX30 358   3,90   1,10%
  • IDXHIDIV20 444   3,51   0,80%
  • IDX80 96   1,59   1,69%
  • IDXV30 119   0,82   0,69%
  • IDXQ30 115   1,03   0,91%

Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Diramal Masih Sekitar 5% di Pemerintahan Prabowo-Gibran


Kamis, 30 Mei 2024 / 15:24 WIB
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Diramal Masih Sekitar 5% di Pemerintahan Prabowo-Gibran
ILUSTRASI. Ekonomi Indonesia di bawah pemerintahan baru Prabowo-Gibran kelak diperkirakan masih tak jauh-jauh dari level 5%.


Reporter: Rashif Usman | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ekonomi Indonesia di bawah pemerintahan baru Prabowo-Gibran kelak diperkirakan masih tak jauh-jauh dari level 5%.

Ekonom senior Mari Elka Pangestu memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih berkisar di angka 5% pada tahun depan. Hal ini tak lepas dari situasi eksternal yang tidak pasti.

"Kami masih menghadapi situasi eksternal yang tidak pasti. Jadi menurut saya agak susah mengharapkan pertumbuhan di atas 5%," kata Mari, Kamis (29/5).

Mari membeberkan, untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di atas 5%, Indonesia perlu mencari sumber-sumber pertumbuhan ekonomi baru, mulai dari sisi investasi, pemulihan consumer confidence di dalam negeri ataupun perbaikan dari eksternal.

"Ada perbaikan eksternal, apalagi China melemah. Jadi agak susah untuk mengharapkan (pertumbuhan ekonomi) itu," ujarnya.

Baca Juga: Pemerintah Targetkan Indonesia Menjadi Anggota Penuh OECD dalam 3 Tahun

Mari juga menyampaikan, Indonesia perlu menavigasi dan mencari sumber pertumbuhan ekonomi di kawasan Asia Timur, salah satunya melalui Kemitraan Ekonomi Komprehensif Regional (RCEP).

"Kita bisa jadi lebih kuat kalau kita bangun regional suplly chain," jelasnya.

Mari juga menuturkan, perdagangan dan investasi yang sudah masuk ke Indonesia saat ini harus bisa meningkatkan kapasitas produksi dalam negeri. 

"Jadi harus cerdas menangkap investasi yang masuk dan juga pada saat yang sama bisa meningkatkan nilai tambah. Itu memerlukan pemerintah untuk menciptakan iklim yang kondusif," tutupnya.

Perlu diketahui, pada tahun 2014-2023, pertumbuhan ekonomi Indonesia di era Pemerintahan Jokowi hanya berada di kisaran 5% . Kondisi tidak normal sempat terjadi pada 2020—2021, saat Indonesia dilanda pandemi Covid-19.

Situasi pandemi kala itu membatasi pergerakan dunia usaha, sehingga pertumbuhan ekonomi nasional jatuh ke angka minus pada 2020, dan baru mulai pulih pada 2021 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Strategi Implementasi PP 20 tahun 2026 (PPh Final UMKM) dan Mitigasi Risiko SP2DK

[X]
×