kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.610.000   7.000   0,27%
  • USD/IDR 18.008   -24,00   -0,13%
  • IDX 6.234   -1,63   -0,03%
  • KOMPAS100 818   1,65   0,20%
  • LQ45 624   2,69   0,43%
  • ISSI 216   0,62   0,29%
  • IDX30 350   0,23   0,07%
  • IDXHIDIV20 430   0,32   0,08%
  • IDX80 94   0,31   0,33%
  • IDXV30 119   1,05   0,89%
  • IDXQ30 112   0,22   0,20%

Pertamina: Premium akan habis 24 Desember!


Kamis, 18 September 2014 / 13:21 WIB
ILUSTRASI. JAKARTA,9/3-PERTUMBUHAN EKONOMI JAKARTA 2023. Kepadatan rumah berlatar belakang gedung perkantoran di Jakarta. KONTAN/Fransiskus Simbolon


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. PT Pertamina (Persero) menyatakan, potensi over kuota bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi tahun 2014 mencapai 1,62 juta kiloliter, lebih besar dibandingkan posisi tanggal 31 juli 2014 sebesar 1,39 juta kiloliter.

Vice President Distribution Fuel and Marketing, Pertamina, Suhartoko memaparkan, dari ketiga jenis BBM PSO (public sevice obligation), solar akan lebih cepat habis dibanding kerosine (minyak tanah), serta premium (bensin).

"Premium akan habis pada 24 Desember, kerosine akan habis pada 22 Desember, dan solar akan habis pada 6 Desember 2014," kata Suhartoko dalam rapat kerja dengan Komisi VII, DPR RI, di Jakarta, Kamis (18/9/2014).

Berdasarkan perhitungan Pertamina, dengan melihat realisasi hingga 31 Agustus 2014, diperkirakan hingga 31 Desember 2014 premium akan melebihi kuota sebesar 521.367 kiloliter. Kuota premium sendiri dalam APBN Perubahan 2014 sebesar 29.290.000 kiloliter.

Sementara itu, realisasi hingga 31 Agustus 2014 sebesar 19.746.745 kiloliter. Lebih lanjut, Suhartoko menjelaskan, kerosine atau minyak tanah diprediksikan akan jebol 21.295 kiloliter.

Jebolnya kerosine disebabkan belum terealisasinya konversi dari minyak tanah ke elpiji 3 kilogram, sepanjang tahun ini. Kuota kerosine sendiri dalam APBN Perubahan 2014 sebesar 900.000 kiloliter. Sementara itu, realisasi hingga 31 Agustus 2014 sebesar 619.135 kiloliter.

"Solar diperhitungkan over kuota 1.077.879 kiloliter. Sehingga, total over kuota tahun ini 1.620.542 juta kiloliter," jelas Suhartoko.

Sebagai informasi, hingga 31 Agustus 2014 realisasi penyaluran solar sebesar 16.242.879 kiloliter. Dalam APBN Perubahan 2014, kuota solar dipatok 15.165.000 kiloliter.

Suhartoko mengakui over kuota solar lebih tinggi dibanding premium, lantaran kurang pengawasan. (Estu Suryowati)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×