kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.515   132,00   0,81%
  • IDX 7.840   -112,27   -1,41%
  • KOMPAS100 1.092   -13,82   -1,25%
  • LQ45 801   -10,98   -1,35%
  • ISSI 265   -3,03   -1,13%
  • IDX30 415   -6,35   -1,51%
  • IDXHIDIV20 482   -6,59   -1,35%
  • IDX80 121   -1,85   -1,51%
  • IDXV30 130   -2,10   -1,59%
  • IDXQ30 134   -2,05   -1,51%

Perry Warjiyo Kembali Dilantik Jadi Gubernur BI Periode 2023-2028


Rabu, 24 Mei 2023 / 10:24 WIB
Perry Warjiyo Kembali Dilantik Jadi Gubernur BI Periode 2023-2028
ILUSTRASI. Perry Warjiyo resmi dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2023-2028 ANTARA FOTO/Galih Pradipta/aww.


Reporter: Maria Gelvina Maysha | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perry Warjiyo resmi dilantik sebagai Gubernur Bank Indonesia (BI) periode 2023-2028 melanjutkan kepemimpinannya di periode sebelumnya. Pelantikan Perry Warjiyo ini dilakukan oleh Ketua Mahkamah Agung Republik Indonesia H.M. Syarifudin pada Rabu (24/5).

“Berdasarkan Surat Keputusan Presiden Indonesia Nomor 38/P Tahun 2023 Tanggal 5 Mei 2023, Saudara Perry Warjiyo telah diangkat sebagai Gubernur Bank Indonesia,” ucap Ketua MA dalam pelantikan ini, Rabu (24/5).

Adapun surat Keputusan tersebut menyatakan Presiden RI menimbang dan seterusnya, mengingat dan seterusnya, memutuskan, menetapan keputusan Presiden tentang pemberhentian dan pengangkatan Gubernur BI.

Baca Juga: Gubernur BI: Layanan Perbankan Digital Bisa Mencapai Lebih dari Rp 64.000 Triliun

Kesatu, memberhentian dengan hormat Saudara Perry warjiyo sebagai Gubernur BI terhitung sejak tanggal pengucapan sumpah atau janji Gubernur BI yang baru disertai ucapan terima kasih atas pengabdian dan jasa-jasanya selama memangku jabatan tersebut.

Kedua, mengangkat Saudara Perry Warjiyo sebagai Gubernur BI terhitung mulai tanggal pengucapan sumpah atau janji.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×