kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.944.000   28.000   0,96%
  • USD/IDR 16.908   -10,00   -0,06%
  • IDX 8.268   -6,47   -0,08%
  • KOMPAS100 1.164   0,09   0,01%
  • LQ45 835   1,01   0,12%
  • ISSI 295   -1,01   -0,34%
  • IDX30 437   0,91   0,21%
  • IDXHIDIV20 522   2,42   0,47%
  • IDX80 130   0,04   0,03%
  • IDXV30 144   -0,14   -0,10%
  • IDXQ30 140   0,65   0,47%

Perputaran Uang Saat Lebaran Diproyeksi Bisa Genjot Ekonomi Awal Tahun 2026


Jumat, 20 Februari 2026 / 09:29 WIB
Perputaran Uang Saat Lebaran Diproyeksi Bisa Genjot Ekonomi Awal Tahun 2026
ILUSTRASI. Belanja Lebaran Anak Yatim dari Garudafood (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Ramadan dan Idulfitri 2026 diperkirakan menjadi momentum penting bagi perekonomian domestik, khususnya pada kuartal pertama. 

Perputaran uang tunai pada periode ini diproyeksikan meningkat signifikan, menembus Rp 190 triliun, lebih tinggi dibanding realisasi tahun lalu yang sekitar Rp 160 triliun.

Hitungan Ekonom CORE Indonesia, Yusuf Rendy Manilet, menunjukkan bahwa fenomena ini unik karena seluruh siklus konsumsi terkonsentrasi di awal tahun. 

Baca Juga: IMF Naikkan Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Tahun 2025 Jadi 4,9%, Ini Sebabnya

"Mulai dari pencairan THR, peningkatan belanja rumah tangga, hingga arus mudik, terkonsentrasi di kuartal I, sehingga menciptakan dorongan ekonomi lebih kuat dibanding pola historis," ujar Yusuf kepada KONTAN, Kamis (19/2/226).

Bank Indonesia menyiapkan uang tunai sebesar Rp 185,6 triliun untuk memenuhi kebutuhan selama Ramadan dan Idulfitri. Jumlah ini naik 15,8% dibandingkan penarikan uang tunai periode yang sama tahun lalu.

Menurut Yusuf, pencairan THR yang dilakukan dalam dua gelombang, ASN pada Februari dan sektor swasta pada Maret, tidak hanya mendorong konsumsi instan, tetapi juga memperpanjang periode belanja masyarakat. Dampaknya, aliran likuiditas ke sektor ritel, distribusi, dan jasa menjadi lebih stabil.

Selain konsumsi primer seperti makanan dan pakaian, perputaran uang tunai juga meningkat di sektor transportasi, akomodasi, dan pariwisata daerah. Arus mudik pun memberi efek pengganda terhadap ekonomi lokal. 

Baca Juga: Inflasi 2026: Pangan dan Lebaran Dorong Kenaikan, Puncak Awal Tahun

"Konsumsi rumah tangga menyumbang lebih dari separuh struktur PDB nasional," tambah Yusuf.

Perkiraan Yusuf, momentum ini berpotensi mendorong pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 di kisaran 5% hingga 5,1%. Namun, efektivitas dorongan konsumsi sangat tergantung pada stabilitas inflasi, terutama harga pangan pokok. 

Jika inflasi meningkat terlalu tinggi, daya beli riil masyarakat bisa tergerus, sehingga efeknya terhadap ekonomi tidak optimal.

Sementara itu, Kementerian Keuangan memproyeksi pertumbuhan ekonomi kuartal I-2026 antara 5,5% hingga 6%, didukung belanja pemerintah sekitar Rp 809 triliun. 

Kepala Pusat Makroekonomi dan Keuangan Indef, M. Rizal Taufikurahman, menekankan bahwa pencairan THR menjaga likuiditas masyarakat dan mendukung momentum ekonomi. 

Baca Juga: IMF Revisi Naik Proyeksi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia Jadi 4,9% pada 2025

"THR ASN maupun swasta diperkirakan menambah PDB kuartal I-2026 hingga 0,29%," ujar Rizal.

Meski demikian, Rizal mengingatkan, kenaikan konsumsi bersifat musiman. Pasca Ramadan dan Idulfitri, konsumsi masyarakat diperkirakan kembali normal. 

"THR lebih berfungsi menjaga momentum konsumsi musiman daripada mendorong lonjakan pertumbuhan ekonomi signifikan," tambahnya.

Selanjutnya: IHSG Menguat 0,3%, Simak Saham-saham yang Jadi Top Gainers Pagi Ini (20/2)

Menarik Dibaca: IHSG Menguat 0,3%, Simak Saham-saham yang Jadi Top Gainers Pagi Ini (20/2)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×