kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.597.000   -16.000   -0,61%
  • USD/IDR 17.998   74,00   0,41%
  • IDX 6.148   -94,03   -1,51%
  • KOMPAS100 799   -14,31   -1,76%
  • LQ45 612   -9,30   -1,50%
  • ISSI 212   -3,34   -1,55%
  • IDX30 339   -4,87   -1,42%
  • IDXHIDIV20 427   -2,25   -0,52%
  • IDX80 91   -1,67   -1,79%
  • IDXV30 116   -0,86   -0,73%
  • IDXQ30 110   -0,92   -0,84%

Perluasan hutan berbasis rakyat belum optimal


Rabu, 16 April 2014 / 15:03 WIB
ILUSTRASI. Pabrik Piaggio Indonesia memproduksi skutik di antara merek Vespa


Reporter: Mona Tobing | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Target Kementrian Kehutanan (Kemenhut) memperluas lahan untuk hutan berbasis masyarakat masih jauh dari realisasi. Hingga April ini, luas hutan berbasis masyarakat baru mencapai 546.000 hektare (ha) dari target 2,5 juta ha di 2014.

Dari luas hutan Indonesia 130 juta ha, hanya 3% yang dikuasai rakyat. Sedangkan 97% dikuasai perusahaan swasta.

Nini Irawati, Kasubdit Pengembangan Hutan Kemasyarakatan (HKM) Kemenhut memaparkan, pengelolaan hutan berbasis masyarakat kerap menimbulkan konflik warga sekitar, terutama masyarakat adat setempat.

Kurangnya pemahaman antarpemerintah daerah dan masyarakat sekitar membuat program hutan berbasis masyarakat kurang berhasil di lapangan. Ke depan, kata Nini, Kemenhut akan mengubah konsep HKM dari fokus pemberian izin menjadi pemberdayaan masyarakat hutan sekitar.

"Mereka akan didampingi untuk mengelola hutan hingga membentuk kelompok dan usaha tani," ujar Nini, Rabu (16/4).

Saat ini, luas hutan berbasis masyarakat hanya mencapai 546.000 ha, dimana sebanyak 312.000 ha berasal dari Hutan kemasyarakatan. Sisanya, 234.000 ha dari hutan desa.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×