Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Herlina Kartika Dewi
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Presiden Prabowo Subianto mengizinkan pembukaan kampus baru India di Indonesia. Upaya ini dilakukan untuk memperkuat kerja sama sektor pendidikan antara kedua negara.
Prabowo menyebut, pihaknya telah memberikan dukungan terhadap pendirian kampus Indian Institute of Management (IIM) di Indonesia serta membuka peluang kehadiran Indian Institute of Technology (IIT).
“Di bidang pendidikan, baik Perdana Menteri Modi maupun saya mendukung didirikannya kampus Indian Institute of Management dan juga kemungkinan pendirian Indian Institute of Technology di Indonesia,” ujar Prabowo dalam joint press statement usai pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri India Narendra Modi di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa (7/7/2026).
Baca Juga: Ngebut! Realisasi Belanja Terserap 43,1% di Semester I-2026, Tembus Rp 1.656 Triliun
Selain mendukung kehadiran institusi pendidikan tinggi asal India di Indonesia, kedua negara juga sepakat memperluas kesempatan bagi mahasiswa Indonesia untuk menempuh pendidikan di India.
“Kami juga mendukung peningkatan jumlah mahasiswa Indonesia untuk belajar di India,” katanya.
Menurut Prabowo, penguatan kerja sama pendidikan merupakan bagian dari upaya mempererat hubungan antarmasyarakat yang telah terjalin erat melalui ikatan sejarah dan budaya kedua negara.
Ia menambahkan, Indonesia dan India juga menyambut penetapan tahun 2026–2027 sebagai Tahun Tagore–Dewantara yang akan menjadi momentum memperkuat diplomasi budaya dan pendidikan kedua negara.
Berbagai inisiatif tersebut, kata Prabowo, mencerminkan ikatan peradaban yang telah lama terjalin sekaligus menjadi landasan untuk meningkatkan kolaborasi di bidang pendidikan, riset, teknologi, kebudayaan, dan people-to-people contacts.
Dalam kesempatan yang sama, Perdana Menteri India Narendra Modi meyakini pembukaan kampus besar India di Indonesia akan memberikan manfaat baru bagi generasi muda di kawasan Asia.
Baca Juga: Tak Capai Target, Menkeu Proyeksikan Penerimaan Pajak 2026 Hanya Rp 2.310,8 Triliun
Selain sektor pendidikan, Modi menyebut kedua negara juga akan memperkuat kerja sama di sektor antariksa.
"Dan hari ini kami telah mengambil keputusan penting terkait riset bersama berbagai teknologi dan pembangunan kapasitas di bidang antariksa," jelas Modi.
Tak hanya itu, kedua negara juga menyepakati kerja sama di sektor mineral kritis dan baja. Menurut Modi, pelaku usaha India dan Indonesia akan mulai menjalin kemitraan dalam bidang baja nirkarat dan magnet tanah jarang.
Di sektor keuangan negara, India dan Indonesia akan memperkuat implementasi sistem pembayaran lintas batas berbasis kode QR (cross-border QR payment). Skema tersebut diharapkan dapat meningkatkan efisiensi transaksi sekaligus memperkuat ketahanan sektor keuangan kedua negara.
"Langkah ini akan memberikan kemudahan besar bagi dunia usaha maupun masyarakat kedua negara," jelas Modi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














