kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.655.000   -15.000   -0,56%
  • USD/IDR 18.003   -17,00   -0,09%
  • IDX 5.916   40,29   0,69%
  • KOMPAS100 770   5,43   0,71%
  • LQ45 584   2,70   0,46%
  • ISSI 205   1,22   0,60%
  • IDX30 331   1,85   0,56%
  • IDXHIDIV20 408   2,21   0,55%
  • IDX80 87   0,50   0,57%
  • IDXV30 110   0,09   0,09%
  • IDXQ30 107   0,43   0,40%

Modi Temui Prabowo, Indonesia-India Bahas Kerja Sama Pertahanan hingga Pangan


Selasa, 07 Juli 2026 / 07:51 WIB
Modi Temui Prabowo, Indonesia-India Bahas Kerja Sama Pertahanan hingga Pangan
ILUSTRASI. Perdana Menteri India Narendra Modi (REUTERS/Isabel Infantes)


Sumber: Reuters | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Perdana Menteri India Narendra Modi dijadwalkan bertemu Presiden Indonesia Prabowo Subianto pada Selasa (7/7/2026) untuk membahas penguatan kerja sama bilateral, mulai dari pertahanan hingga ketahanan pangan.

Kunjungan ini menjadi lawatan pertama Modi ke Indonesia sejak 2023. Selama kunjungannya, Modi akan berada di Jakarta dan Yogyakarta pada Selasa hingga Rabu sebelum melanjutkan perjalanan ke Australia dan Selandia Baru.

Baca Juga: Pemerintah Akui Tarif Listrik Layak Naik, Tetapi Memilih Menahannya, Ini Alasannya

Duta Besar India untuk Indonesia, Sandeep Chakravorty mengatakan kedua pemimpin akan membahas sejumlah nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) di berbagai sektor, antara lain kesehatan, antariksa, farmasi, dan ketahanan pangan.

"Sebagian masih dalam proses, sebagian akan difinalisasi tepat waktu, dan sebagian lainnya mungkin mengalami penundaan. Namun, tetap akan ada sejumlah hasil konkret dari kunjungan ini," ujar Chakravorty kepada wartawan pekan lalu.

Sebelumnya, Prabowo dan Modi telah bertemu di New Delhi pada tahun lalu dan menandatangani berbagai kesepakatan kerja sama.

Baca Juga: 61 Tahun Telkom Indonesia, Gelorakan Semangat Transformasi Digital Nasional

Dalam pernyataannya pada Senin (6/7), Modi mengatakan akan mengunjungi Candi Prambanan, kompleks candi Hindu terbesar di Indonesia yang berstatus sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, saat berada di Yogyakarta.

Menurut Chakravorty, kedua pemimpin juga akan mengumumkan dimulainya proyek restorasi Candi Prambanan.

Di sektor pertahanan, India dan Indonesia berharap dapat merampungkan sejumlah kesepakatan terkait BrahMos Aerospace, produsen rudal hasil kerja sama India dan Rusia.

Pembahasan pertahanan juga akan mencakup peningkatan kesadaran maritim serta penanganan pembajakan di kawasan.

Pada 2023, BrahMos menyatakan tengah melakukan pembicaraan lanjutan dengan Indonesia terkait potensi penjualan sistem rudal senilai US$ 200 juta hingga US$ 350 juta.

Baca Juga: Danantara Diusulkan Jadi Modal Awal PFII, Ekonom Maybank: Perlu Dikaji Lagi

Sebelumnya, perusahaan tersebut telah menjalin kontrak penjualan rudal dengan Vietnam dan Filipina.

Di bidang perdagangan, India merupakan salah satu importir utama minyak sawit dan batu bara asal Indonesia.

Menanggapi rencana pemerintah Indonesia yang diumumkan pada Mei lalu untuk memusatkan pengelolaan ekspor komoditas strategis di bawah kendali pemerintah pusat, Chakravorty mengatakan India tidak memiliki kekhawatiran besar.

"Kami memahami alasan di balik kebijakan tersebut dan percaya bahwa kami dapat menjadi bagian dari solusi," ujarnya.

Baca Juga: Ekonom Proyeksi Cadangan Devisa Juni Tertekan, Defisit NPI Berlanjut di Kuartal Kedua

Sementara itu, Rajiv Bhatia, peneliti senior di lembaga kajian Gateway House sekaligus mantan Wakil Kepala Perwakilan India untuk Indonesia, menilai hubungan kedua negara terus berkembang dan berpotensi semakin selaras dalam berbagai isu global.

Dalam artikel opininya di The Jakarta Post, Bhatia menyebut Modi dan Prabowo diperkirakan akan memperkuat kesamaan pandangan mengenai berbagai perkembangan geopolitik internasional, terutama setelah perang di Ukraina dan kawasan Teluk, serta di tengah menghangatnya hubungan antara Amerika Serikat dan China.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×