kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.710.000   20.000   0,74%
  • USD/IDR 17.876   93,00   0,52%
  • IDX 6.268   -97,49   -1,53%
  • KOMPAS100 822   -13,16   -1,58%
  • LQ45 626   -8,34   -1,31%
  • ISSI 217   -4,16   -1,89%
  • IDX30 351   -4,37   -1,23%
  • IDXHIDIV20 429   -5,35   -1,23%
  • IDX80 94   -1,42   -1,49%
  • IDXV30 118   -1,74   -1,46%
  • IDXQ30 112   -1,22   -1,08%

Perjalanan politik Megawati: Dari pengusaha pom bensin hingga Istana Merdeka


Jumat, 26 Juli 2019 / 09:15 WIB


Sumber: Kompas.com | Editor: Khomarul Hidayat

Namun, Sabam tidak menyerah. Di lain kesempatan ia kembali membujuk lewat Taufik. Megawati akhirnya menerima tawaran Sabam. Pada Pemilu 1987, nama Megawati dan adiknya, Guruh Soekarnoputra, muncul dalam daftar calon anggota DPR dari PDI.

Mega yang semula menolak masuk politik, akhirnya berkeliling untuk kampanye bersama suaminya, Taufik Kiemas, guna merebut simpati rakyat. Terbukti, sosok Megawati menjadi faktor determinan yang mendongkrak suara PDI. Karisma Soekarno masih membara di hati rakyat kebanyakan. Megawati seolah merepresentasikan karisma ayahnya. Gambar-gambar Soekarno bermunculan dalam kampanye PDI. Hasilnya, PDI mampu merebuat 40 kursi DPR pada Pemilu 1987.

Baca Juga: Simak 6 fakta pertemuan Megawati-Prabowo

Angka yang fantastis kala itu karena dalam pemilu 1982 PDI hanya mampu meraih 24 kursi. Megawati terpilih menjadi anggota DPR. Dalam struktur partai, ia juga didapuk sebagai Ketua PDI cabang Jakarta Pusat.

Sejak itu, kehidupan Megawati tak lagi sama. Karir politiknya perlahan tapi pasti terus melesat.

Aku naar Merdeka Utara

Seperti diketahui, PDI merupakan gabungan dari sejumlah partai yaitu Partai Nasional Indonesia (PNI), Partai Musyawarah Rakyat Banyak (Partai Murba), Ikatan Pendukung Kemerdekaan Indonesia (IPKI), Partai Kristen Indonesia, dan Partai Katolik.

Soeharto menyederhanakan eksistensi partai-partai politk di awal kekuasaannya melaui fusi atau penggabungan sehingga hanya tersisa tiga partai yaitu Golkar, Partai Persatuan Pembangunan, dan PDI. Kiprah Megawati di PDI membuat sejumlah politisi senior dari partai-partai itu khawatir.

Baca Juga: Mungkinkah ada pembahasan kesepakatan politik dalam pertemuan Megawati dan Prabowo?

Megawati dianggap terlalu muda, belum punya pengalaman, belum siap masuk politik. PDI saat itu pun masih dibawah kontrol Soeharto. Orang-orang yang anti Soekarno pun ada di partai itu.




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×