kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.843.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.955   34,00   0,20%
  • IDX 7.107   84,55   1,20%
  • KOMPAS100 978   11,34   1,17%
  • LQ45 722   8,69   1,22%
  • ISSI 249   4,23   1,73%
  • IDX30 393   5,52   1,42%
  • IDXHIDIV20 489   3,83   0,79%
  • IDX80 110   1,42   1,31%
  • IDXV30 134   2,21   1,67%
  • IDXQ30 127   1,16   0,92%

Peringkat daya saing infrastruktur Indonesia rendah


Kamis, 24 Maret 2011 / 16:42 WIB
Peringkat daya saing infrastruktur Indonesia rendah
ILUSTRASI. Pengunjung di booth Starup E-Commerce Bhinneka di salah satu pameran./pho KONTAN/Carolus Agus Waluyo/22/02/2019.


Reporter: Irma Yani | Editor: Edy Can

JAKARTA. Peringkat daya saing infrastruktur Indonesia kalah dibandingkan dengan negara-negara lain. Padahal, pada 1996 silam, peringkat daya saing infrastruktur Indonesia berada di atas China, Taiwan, Thailand dan Sri Langka.

Direktur Kerjasama Pemerintah-Swasta Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) Bastary Pandji Indra mengatakan, saat ini peringkat Indonesia justru di bawah negara-negara tersebut. "Peringkat Indonesia pada 2010 hanya lebih baik ketimbang Argentina dan Filipina," katanya, Kamis (24/3).

Berdasarkan data Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), pada 2010 peringkat daya saing infrastruktur Indonesia tercatat pada posisi 82. Sementara itu, Argentina pada peringkat 77 dan Filipina 104. Adapun China menduduki posisi 50, Thailand 35, Malaysia 30 dan Korea Selatan pada peringkat 18.

Bastary beralasan, rendahnya peringkat tersebut karena anggaran infrastruktur yang minim. Dari kebutuhan pembangunan infrastruktur 2010-2014 yang sebesar Rp 1.923 triliun, pemerintah hanya sanggup membiayai sebesar Rp 595 triliun atau 21% saja.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×