kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.884.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.206   48,00   0,28%
  • IDX 7.634   12,62   0,17%
  • KOMPAS100 1.054   2,19   0,21%
  • LQ45 759   1,54   0,20%
  • ISSI 277   0,40   0,14%
  • IDX30 403   0,28   0,07%
  • IDXHIDIV20 490   1,86   0,38%
  • IDX80 118   0,34   0,29%
  • IDXV30 139   0,96   0,70%
  • IDXQ30 129   0,30   0,23%

Perihal pemanggilan Sjamsul Nursalim, ini update terbaru dari KPK


Rabu, 24 Oktober 2018 / 22:52 WIB
ILUSTRASI. Sjamsul Nursalim


Reporter: Muhammad Afandi | Editor: Yudho Winarto

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kepala Bagian Pemberitaan dan Publikasi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Yuyuk Andriati Iskak menyebutkan KPK sedang memastikan surat pemanggilan terhadap pemegang saham pengendali Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI) tahun 2004, Sjamsul Nursalim dan istrinya Itjih Nursalim sampai kepada yang bersangkutan.

“Kita sedang memastikan apakah surat itu sampai atau belum,” tutur Yuyuk di Gedung KPK (24/10).

Sebelumnya Sjamsul dan Itjih diagendakan untuk diperiksa pada 22 dan 23 Oktober 2018. Keterangan mereka diperlukan terkait kasus korupsi dalam pemberian Surat Keterangan Lunas (SKL) atas pemberian Bantuan Likuiditas Bank Indonesia (BLBI). Namun keduanya mangkir tanpa keterangan.

Dua pekan sebelumnya pada 8 dan 9 Oktober lalu, Sjamsul dan Itjih juga tidak memenuhi panggilan lembaga antirasuah ini.

Pemanggilan Sjamsul dan Itjih terkait dengan perkara Mantan Kepala Badan Penyehatan Perbankan Nasional (BPPN) Syafruddin Arsyad yang terbukti merugikan negara sekitar Rp 4,58 triliun terkait penerbitan Surat Keterangan Lunas (SKL) BLBI kepada Bank Dagang Nasional Indonesia (BDNI). Syafruddin pun telah divonis 13 tahun penjara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×