kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Perbatasan dibangun, TNI diminta disiagakan


Kamis, 26 Januari 2017 / 14:39 WIB
Perbatasan dibangun, TNI diminta disiagakan


Reporter: Agus Triyono | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meminta Presiden Joko Widodo menempatkan delapan batalion TNI di wilayah perbatasan. Permintaan tersebut dia sampaikan langsung saat sidang kabinet beberapa waktu lalu.

Basuki mengatakan, permintaan tersebut diajukan dengan dua alasan. Pertama, untuk alasan keamanan. Kedua, untuk pengembangan kawasan.

Basuki mengatakan, kementeriannya sudah membangun jalan perbatasan yang cukup panjang. "Panjangnya 1.920 kilometer," katanya di Jakarta, Kamis (26/1).

Basuki mengatakan, membiarkan jalan wilayah perbatasan kosong, riskan. Itu bisa memberikan fasilitas negara tetangga untuk mengembangkan perkebunan mereka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×