kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.750.000   10.000   0,36%
  • USD/IDR 17.733   25,00   0,14%
  • IDX 6.497   -28,47   -0,44%
  • KOMPAS100 847   -2,11   -0,25%
  • LQ45 641   -3,69   -0,57%
  • ISSI 229   0,24   0,11%
  • IDX30 358   -2,27   -0,63%
  • IDXHIDIV20 435   -1,61   -0,37%
  • IDX80 97   -0,35   -0,36%
  • IDXV30 121   0,01   0,00%
  • IDXQ30 113   -0,74   -0,65%

Perbatasan dibangun, TNI diminta disiagakan


Kamis, 26 Januari 2017 / 14:39 WIB


Reporter: Agus Triyono | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono meminta Presiden Joko Widodo menempatkan delapan batalion TNI di wilayah perbatasan. Permintaan tersebut dia sampaikan langsung saat sidang kabinet beberapa waktu lalu.

Basuki mengatakan, permintaan tersebut diajukan dengan dua alasan. Pertama, untuk alasan keamanan. Kedua, untuk pengembangan kawasan.

Basuki mengatakan, kementeriannya sudah membangun jalan perbatasan yang cukup panjang. "Panjangnya 1.920 kilometer," katanya di Jakarta, Kamis (26/1).

Basuki mengatakan, membiarkan jalan wilayah perbatasan kosong, riskan. Itu bisa memberikan fasilitas negara tetangga untuk mengembangkan perkebunan mereka.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×