kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.574.000   -2.000   -0,08%
  • USD/IDR 17.913   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.037   27,39   0,46%
  • KOMPAS100 777   3,53   0,46%
  • LQ45 595   3,08   0,52%
  • ISSI 210   1,46   0,70%
  • IDX30 331   2,54   0,77%
  • IDXHIDIV20 423   3,72   0,89%
  • IDX80 89   0,46   0,52%
  • IDXV30 115   0,93   0,82%
  • IDXQ30 108   0,61   0,57%

Penyerapan dana pembentukan ASEAN Economic Community lamban


Kamis, 16 Desember 2010 / 09:48 WIB


Reporter: Irma Yani | Editor: Edy Can

JAKARTA. Penyerapan dana bantuan dari Uni Eropa untuk pembentukan sekretariat ASEAN Economic Community ternyata rendah. Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN) mengungkapkan dana bantuan yang terserap baru 50%.

Uni Eropa memberikan dana bantuan sebesar € 60 juta. "Sisanya 50% belum dilaksanakan makanya Indonesia diminta sebagai chairman untuk menindaklanjuti bantuan tersebut," kata Direktur Kerjasama Pendanaan Multilateral Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas Dewo Putranto, Rabu (15/12).

Dewo bilang Uni Eropa berharap dana yang sudah diberikan dapat dimanfaatkan sebesar-besarnya untuk merealisasikan ASEAN Economic Community. "Mungkin desakan itu juga karena Uni Eropa ingin memperkuat kerjasama regional dengan negara-negara ASEAN," terangnya.

Menurutnya, desakan Uni Eropa itu disampaikan kepada pemerintah mengingat ke depannya Indonesia akan menjadi pemimpin di kawasan Asia Tenggara. "Untuk mempercepat realisasi itu, Uni Eropa sudah berkomitmen membantu dengan anggaran yang cukup besar," ucapnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×