kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Penyerapan dana infrastruktur temui kendala


Rabu, 30 September 2015 / 17:29 WIB
Penyerapan dana infrastruktur temui kendala


Reporter: Agus Triyono | Editor: Adi Wikanto

JAKARTA. Penyerapan anggaran infrastruktur khususnya yang ditangani oleh oleh Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PU-PR) mulai menghadapi masalah.

Berdasarkan data penyerapan amggaram sampai dengan Rabu (30/9) pukul 12.00 WIB, anggaran infrastruktur yang baru berhasil diserap oleh kementerian tersebut hanya mencapai 40, 4%  atau Rp 47 triliun dari plafon dana Rp 118 triliun di APBN-P 2015.

Angka tersebut, belum mencapai target penyerapan anggaran Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat yang akhir September diharapkan bisa mencapai 44%.

Sekretaris Jenderal Kementerian PU-PR Taufik Widjojono, mengatakan ada beragam penyebab mulai melambannya penyerapan anggaran infrastruktur.

Salah satunya, ketersediaan material yang terbatas akibat berlangsungnya pembangunan infrastruktur oleh pemerintah pusat, daerah, swasta dan BUMN.

"Besok pagi target kami 44%, selisih 3% itu mencapai Rp 3 triliun, ini sudah lampu kuning," katanya Rabu (30/9).

Taufik menjanjikan akan melakukan percepatan agar masalah penyerapan anggaran tersebut tidak berlarut-larut.

Salah satunya, dengan membentuk tim percepatan penyerapan anggaran.

Tim tersebut kata Taufik punya kewenangan mengambil keputusan strategis untuk mengatasi segala hambatan pembangunan infrastruktur di lapangan.

"Jadi kalau ada keraguan bayar, masalah lahan, ketersediaan material semua bisa ditangani," katanya.

Kedua, melaksanakan pembangunan proyek tanpa henti.

Hediyanto W Husaini, Direktur Jenderal Bina Marga Kementerian PU-PR mengatakan, selain percepatan tersebut, pihaknya juga akan mengevaluasi pelaksanaan proyek.

"Kami akan cek, kalau ada yang lamban kami putus kontraknya, anggarannya kami pindah ke proyek lain yang lebih cepat," katanya

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×