kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.085.000   40.000   1,31%
  • USD/IDR 16.809   26,00   0,15%
  • IDX 8.235   0,22   0,00%
  • KOMPAS100 1.156   -1,44   -0,12%
  • LQ45 834   -3,53   -0,42%
  • ISSI 293   0,28   0,09%
  • IDX30 440   -3,60   -0,81%
  • IDXHIDIV20 527   -6,48   -1,22%
  • IDX80 129   -0,27   -0,21%
  • IDXV30 143   -1,25   -0,87%
  • IDXQ30 141   -1,73   -1,21%

Penyebab sementara kebakaran lapas Labuhan Ruku


Senin, 19 Agustus 2013 / 05:51 WIB
Penyebab sementara kebakaran lapas Labuhan Ruku
ILUSTRASI. Jus mentimun campur kiwi efektif menurunkan berat badan.


Reporter: Asnil Bambani Amri | Editor: Asnil Amri

JAKARTA. Lembaga Pemasyarakatan Labuhan Ruku di Kabupaten Batu Bara, Sumatera Utara, terbakar setelah para narapidana terlibat kericuhan, Minggu (18/8) petang.

Kepala Divisi Humas Polri Irjen (Pol) Ronny Franky Sompie dalam keterangan singkatnya kepada wartawan menjelaskan penyebab sementara terjadinya kerusuhan dan pembakaran tersebut.

"Berawal pada tanggal 17 Agustus 2013, adanya pemindahan 49 napi dari Lapas Lubuk Pakam ke Lapas Labuhan Ruku," tulisnya, Minggu malam.

Franky melanjutkan, hari ini, pada saat napi istirahat sekitar pukul 16.00 WIB, ada sekelompok napi duduk-duduk dan memanggil sipir yang sedang berjaga hingga kemudian terjadi pemukulan. Kelima napi tersebut langsung berteriak "serbu".

"Ada napi yang bertindak sebagai provokator sehingga pada hari Minggu, tanggal 18 Agustus 2013 pukul 17.00 WIB, terjadi kerusuhan dan pembakaran gedung utama depan sehingga para napi punya kesempatan untuk kabur," tambahnya.

Berdasarkan data yang dimiliki Polri, saat ini terdapat 25-30 napi yang kabur dari lapas. Pihak lapas dan kepolisian sedang mendata napi-napi yang kabur agar memudahkan pencarian ke depannya.

Sementara itu, lanjut Franky, polres setempat juga telah mendatangi lapas untuk mengamankan, memadamkan api, dan mencari napi yang kabur.

"Sementara kondisi terakhir saat ini api sudah berhasil dipadamkan sehingga Kapolres dan Dandim berupaya bernegosiasi dengan napi," tulisnya kemudian. (Caroline Damanik/Kompas.com)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×