kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.032   -79,00   -0,44%
  • IDX 6.236   49,76   0,80%
  • KOMPAS100 817   5,56   0,69%
  • LQ45 621   2,39   0,39%
  • ISSI 215   1,38   0,65%
  • IDX30 350   1,18   0,34%
  • IDXHIDIV20 430   0,35   0,08%
  • IDX80 93   0,50   0,54%
  • IDXV30 118   0,33   0,28%
  • IDXQ30 112   0,18   0,16%

Penjualan Rumah Tapak Masih Belum Pulih Hingga Kuartal III-2023


Jumat, 17 November 2023 / 07:15 WIB
Penjualan Rumah Tapak Masih Belum Pulih Hingga Kuartal III-2023
ILUSTRASI. Penjualan rumah tapak di pasar primer pada kuartal III-2023, rupanya masih belum pulih. (KONTAN/Baihaki)


Reporter: Bidara Pink | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penjualan rumah tapak di pasar primer pada kuartal III-2023 masih belum pulih. 

Ini tercermin dari hasil hasil Survei Harga Properti Residensial Bank Indonesia (BI), yang menunjukkan penjualan properti residensial justru turun 6,59% YoY. 

Meski demikian, penurunan ini membaik, bila dibandingkan dengan penurunan pada kuartal II-2023 yang mencapai 12,30% YoY. 

Baca Juga: Pertumbuhan Harga Rumah Tapak Lebih Tinggi, Terutama untuk Rumah Tipe Besar

Kondisi penjualan rumah yang menurun pada kuartal III-2023, terjadi pada seluruh tipe rumah, baik tipe kecil, tipe menengah, maupun tipe besar. 

Adapun penjualan rumah tipe kecil turun 9,52% YoY. Sedangkan rumah tipe menengah turun 13,90% YoY, dan penjualan rumah tipe besar turun 0,20% YoY. 

Berdasarkan informasi dari responden, terdapat sejumlah faktor yang menghambat penjualan properti residensial tersebut. 

Sebanyak 30,08% responden menyatakan, masalah perizinan atau birokrasi menjadi batu sandungan dalam penjualan rumah tapak. 

Baca Juga: Pasar Rumah Mewah Kembali Wah

Sedangkan 29,81% responden menyatakan suku bunga kredit pemilikan rumah (KPR) menjadi soal. Bahkan 24,19% responden menyinggung masalah porsi uang muka yang tinggi dalam pengajuan KPR. 

Kemudian 15,98% responden menyoroti terkait hal perpajakan. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×