kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.740.000   15.000   0,55%
  • USD/IDR 17.708   -71,00   -0,40%
  • IDX 6.526   24,10   0,37%
  • KOMPAS100 849   6,96   0,83%
  • LQ45 645   5,86   0,92%
  • ISSI 228   -0,31   -0,14%
  • IDX30 360   3,72   1,04%
  • IDXHIDIV20 437   4,19   0,97%
  • IDX80 97   0,82   0,85%
  • IDXV30 121   0,51   0,43%
  • IDXQ30 114   1,21   1,07%

Pengusaha Nilai Puasa dan Lebaran Momentum Mendongkrak Ekonomi


Senin, 17 April 2023 / 20:11 WIB
ILUSTRASI. Pengunjung memilih produk makanan ringan pada sebuah gerai ritel modern di Jakarta, Jumat (31/3/2023). Pengusaha Nilai Puasa dan Lebaran Momentum Mendongkrak Ekonomi.


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Noverius Laoli

KONTAN.CO.ID -  JAKARTA. Ketua Komite Analis Kebijakan Ekonomi Apindo menilai momentun puasa dan lebaran, menjadi waktu meningkatnya likuiditas di pasaran dan ekonomi akan terdongkrak naik.

Oleh karenanya pemerintah perlu mendorong penguatan ekonomi dan daya beli masyarakat.

"Momentun puasa dan lebaran, adalah momentum meningkatnya likuiditas di pasaran dan ekonomi akan terdongkrak naik," kata Ajib kepada Kontan.co.id, Senin (17/4).

Baca Juga: Peningkatan Aktivitas Mudik Berdampak Baik bagi Perekonomian Daerah

Ia menambahkan, pada momentum ini perputaran uang secara perkapita, ada dikisaran Rp2 juta per orang.

"Secara rumus sederhana, pendekatan ini bisa dihitung dengan menghitung PDB perkapita dikalikan gini ratio, kemudian dibagi 12 bulan," kata Ajib.

Sebelumnya, Kementerian Perhubungan mengatakan dari hasil survei yang dilakukan Badan Kebijakan Transportasi sebanyak 123 juta masyarakat akan melakukan mudik pada lebaran tahun ini.

Baca Juga: Tingkatkan Pemanfaatan Gas Bumi di Jateng, PGN Optimalkan Fasilitas ORF Tambak Lorok

Jumlah tersebut meningkat tajam dari tahun lalu, dimana tahun lalu ada 86 juta masyarakat yang melakukan mudik lebaran 2022.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×