kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.703.000   -30.000   -1,10%
  • USD/IDR 17.856   67,00   0,38%
  • IDX 6.143   -77,38   -1,24%
  • KOMPAS100 813   -12,22   -1,48%
  • LQ45 613   -11,84   -1,89%
  • ISSI 210   -2,43   -1,14%
  • IDX30 348   -7,16   -2,02%
  • IDXHIDIV20 427   -9,72   -2,23%
  • IDX80 92   -1,47   -1,57%
  • IDXV30 115   -1,04   -0,90%
  • IDXQ30 111   -2,90   -2,54%

Pengusaha kecil yang terkena bencana minta suntikan modal pemerintah


Rabu, 10 November 2010 / 14:35 WIB
ILUSTRASI. Kamar penginapan murah


Reporter: Adi Wikanto | Editor: Edy Can

JAKARTA. Kerukunan Usahawan Kecil Menengah Indonesia (KUKMI) mendesak pemerintah memberikan insentif khusus bagi pelaku UMKM yang terkena bencana alam. Insentif tersebut tidak hanya berupa pemutihan utang tetapi juga modal usaha.

KUKMI beralasan tanpa suntikan modal maka pelaku UMKM tidak akan bisa menghidupkan kembali usahanya. "Sebab, korban juga membutuhkan penghidupan untuk keluarganya di masa depan," kata Ketua KUKMI Azwir Dainy Tara bilang, Rabu (10/11).

KUKMI mencatat terdapat sekitar 3.000-4.000 pengusaha kecil yang menjadi korban tsunami di Kepulauan Mentawai. Sementara untuk di Yogyakarta, Azwir memperkirakan jumlahnya lebih besar lagi. "Kalau tidak ada bantuan akan menambah jumlah pengangguran dan kemiskinan di Indonesia," katanya.

Azwir menyarankan pemerintah menyuntik modal pengusaha cilik ini dengan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR). Dia berharap para pengusaha yang menjadi korban ini dipermudah mendapatkan KUR. Sebab, dia beralasan harga benda para pengusaha ini sudah ludes akibat bencana.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×