kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.940.000   20.000   0,68%
  • USD/IDR 16.849   -51,00   -0,30%
  • IDX 8.011   75,56   0,95%
  • KOMPAS100 1.131   13,75   1,23%
  • LQ45 820   3,96   0,49%
  • ISSI 283   4,99   1,79%
  • IDX30 426   0,05   0,01%
  • IDXHIDIV20 512   -2,44   -0,47%
  • IDX80 126   1,19   0,95%
  • IDXV30 139   0,25   0,18%
  • IDXQ30 139   -0,41   -0,30%

Penghimpunan DPK naik 10,9% yoy pada Agustus 2020


Rabu, 30 September 2020 / 16:30 WIB
Penghimpunan DPK naik 10,9% yoy pada Agustus 2020
ILUSTRASI. Bank Indonesia. REUTERS/Ajeng Dinar Ulfiana


Reporter: Bidara Pink | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penghimpunan dana pihak ketiga (DPK) pada Agustus 2020 tercatat sebesar Rp 6.228,1 triliun atau meningkat 10,9% yoy. Peningkatannya lebih tinggi dibandingkan dengan bulan sebelumnya yang sebesar 7,7% yoy 

“Peningkatan DPK pada Agustus 2020 terjadi pada seluruh jenis DPK dan berdasarkan golongan nasabahnya, peningkatan terjadi pada nasabah korporasi dan perorangan,” tutur bank sentral dalam laporan uang beredar Agustus 2020, Rabu (30/9). 

Terperinci, simpanan berjangka tercatat sebesar Rp 2.684,5 triliun alias tumbuh 5,9% yoy. Ini berarti, simpanan berjangka mengalami peningkatan pertumbuhan dari Juli 2020 yang sebesar 5,5% yoy. Peningkatan simpanan berjangka terutama bersumber dari simpanan berjangka rupiah, terutama terlihat di wilayah Jawa Barat dan DKI Jakarta. 

Baca Juga: Indonesia berpotensi resesi, Bahana TCW beri tiga indikator kelayakan investasi

Sementara itu, giro tercatat sebesar Rp 1.508,4 triliun alias tumbuh 22,2% yoy pada Agustus 2020. Dengan demikian, pertumbuhan giro pada bulan laporan terpantau meningkat dari pertumbuhan 11,2% yoy pada Juli 2020. 

Peningkatan giro baik dalam valuta rupiah maupun valuta asing (valas), dan terutama terjadi di daerah DKI Jakarta dan Jawa Timur. Terakhir, tabungan tercatat sebesar Rp 2.035,2 triliun alias tumbuh 10,2% yoy. Pertumbuhan ini juga mengalami peningkatan dari pertumbuhan pada bulan Juli 2020 yang sebesar 8,2% yoy. 

Peningkatan tabungan terutama disebabkan oleh tabunagn rupihpa dan valas di daerah DKI Jakarta dan Jawa Tengah. 

Selanjutnya: BI: Sektor pendidikan juga terdampak pandemi Covid-19

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×