Reporter: Havid Vebri | Editor: Havid Vebri
Di tengah kekhawatiran sebagian pelaku pasar mengenai independensi Bank Indonesia pasca pengunduran diri Perry Warjiyo, Gede menilai kekhawatiran tersebut tidak beralasan.
Ia mengacu pada Central Bank Independence Index (CBIE) yang menunjukkan tingkat independensi Bank Indonesia masih tergolong tinggi dibandingkan sejumlah bank sentral negara lain.
Berdasarkan data CBIE 2023, indeks independensi Bank Indonesia mencapai 0,758. Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan Federal Reserve Amerika Serikat (0,614), Bank of Thailand (0,435), Bank Sentral Vietnam (0,301), Reserve Bank of India (0,595), People's Bank of China (0,659), Bank of Japan (0,366), Bank of Korea (0,679), maupun Bank Sentral Taiwan (0,454).
Dengan kondisi tersebut, Gede menilai pergantian pucuk pimpinan BI tidak otomatis mengurangi independensi bank sentral maupun memicu tekanan terhadap nilai tukar rupiah.
"Independensi bank sentral tetap penting, tetapi pengalaman berbagai negara menunjukkan bahwa tingkat independensi yang tinggi tidak selalu berbanding lurus dengan pertumbuhan ekonomi maupun besarnya kelas menengah. Yang dibutuhkan adalah keseimbangan antara menjaga stabilitas dan mendorong pertumbuhan ekonomi," pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













