Reporter: Noverius Laoli | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Jumlah usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Desa Glondonggede, Kabupaten Tuban, Jawa Timur, terus bertambah dalam beberapa tahun terakhir.
Hingga 2025, tercatat ada 36 UMKM yang berkembang di desa tersebut, didominasi oleh usaha pengolahan makanan dan produk berbasis potensi lokal.
Pertumbuhan UMKM tersebut berlangsung secara bertahap. Sebanyak 16 UMKM terbentuk pada 2022, kemudian bertambah 15 unit pada 2023, dan kembali bertambah lima unit sepanjang periode 2024-2025.
Baca Juga: CIMB Niaga Auto Finance Harap Pembiayaan Modal Kerja Berkontribusi 8,8% di Tahun 2026
Sejumlah pelaku usaha di desa tersebut memperoleh pelatihan, bantuan peralatan produksi, serta pendampingan pemasaran untuk meningkatkan kapasitas usaha mereka.
Pendampingan tersebut turut membantu pelaku usaha memperbaiki kualitas produk dan memperluas akses pasar.
Corporate Secretary PT Semen Indonesia Tbk (SIG), Vita Mahreyni, mengatakan pengembangan UMKM menjadi salah satu upaya untuk memperkuat aktivitas ekonomi masyarakat di sekitar wilayah operasional perusahaan.
"Pengembangan UMKM menjadi salah satu upaya kami untuk mendorong masyarakat sekitar tumbuh lebih mandiri dan memiliki daya saing usaha yang lebih baik," ujar Vita dalam keterangan resmi, Minggu (29/6).
Salah satu pelaku usaha yang merasakan dampaknya adalah Kusmiyatun, pengusaha olahan ikan asap di Desa Glondonggede. Menurutnya, perbaikan fasilitas produksi membuat kegiatan usaha berjalan lebih nyaman dan membantu meningkatkan pendapatan.
Selain meningkatkan kapasitas produksi, sejumlah produk UMKM dari Desa Glondonggede kini mulai dipasarkan melalui toko modern dan pusat oleh-oleh di Tuban.
Perluasan pasar tersebut mendorong peningkatan omzet usaha hingga jutaan rupiah per bulan bagi sebagian pelaku UMKM.
Baca Juga: Pelatihan UMKM Bangkit, Ini Cara UMKM Naik Kelas di Era Digital
Perkembangan tersebut menunjukkan potensi ekonomi desa yang ditopang oleh usaha-usaha skala kecil.
Dengan memanfaatkan komoditas lokal sebagai bahan baku, UMKM di Glondonggede tidak hanya memperluas pasar produk mereka, tetapi juga membuka peluang kerja bagi masyarakat sekitar.
Sementara itu, Kementerian Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) memberikan layanan terpadu terhadap 1.700 pelaku usaha mikro dalam mendukung pengembangan UMKM.
Mengutip Kompas.com, Senin (29/6/2026), layanan tersebut berupa kemudahan legalitas usaha, seritfikasi, perlindungan usaha, hingga akses pembiayaan melalui Kredit Usaha Rakyat (KUR).
Baca Juga: Indonesia Perkuat Kerja Sama dengan China, Forum Beijing Bidik Investasi
Menteri UMKM, Maman Abdurrahman, mengatakan pihaknya terus memperkuat ekonomi UMKM lewat penciptaan ekosistem usaha yang semakin mudah, aman dan berday aasing. "Pemeirntah mendukung setiap proses tumbuh kembang UMKM Indonesia," ucapnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














