Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Avanty Nurdiana
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah sukses menerbitkan Panda Bond perdana di pasar keuangan China dengan tingkat imbal hasil (yield) yang relatif rendah yakni sekitar 2% dibandingkan dengan yield global bond di pasar AS yang kisaran 4%-5% dan di pasar SBN domestik (denominasi rupiah) yang sudah tembus 7,3%.
Tingginya minat investor membuat surat utang berdenominasi yuan (CNY) tersebut mengalami kelebihan permintaan (oversubscribed) hingga 2,4 kali.
Direktur Jenderal Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko (DJPPR) Kementerian Keuangan Suminto mengatakan, pemerintah telah menyelesaikan transaksi penerbitan Panda Bond dalam mata uang Chinese Renminbi (CNY) sebesar CNY 7 miliar atau setara sekitar US$ 1,03 miliar pada 23 Juli 2026.
Baca Juga: Rosan: Gugatan MK Tak Goyahkan Minat Investor Global Bond Danantara
Dari penerbitan tersebut, pemerintah mendapatkan tingkat imbal hasil sebesar 1,90% untuk tenor tiga tahun dan 2,19% untuk tenor lima tahun. "Untuk tenor tiga tahun yield-nya 1,90%, sedangkan tenor lima tahun 2,19%," ujar Suminto, Kamis (23/7/2026).
Pemerintah menerbitkan Panda Bond dalam dua tenor. Rinciannya, tenor tiga tahun sebesar CNY 5,6 miliar atau sekitar US$ 827 juta, serta tenor lima tahun sebesar CNY 1,4 miliar atau sekitar US$ 207 juta.
Rendahnya tingkat imbal hasil tersebut didukung oleh kuatnya permintaan investor. Total pesanan (order book) mencapai CNY 17 miliar, dengan rasio bid to cover sebesar 2,4 kali.
Secara rinci, permintaan untuk tenor tiga tahun mencapai CNY 12,38 miliar dengan rasio bid to cover2,2 kali. Sementara permintaan tenor lima tahun mencapai CNY 4,62 miliar dengan rasio bid to cover3,3 kali.
Dengan tingginya permintaan tersebut, setiap CNY 1 obligasi yang diterbitkan pemerintah mendapatkan permintaan sekitar CNY 2,4 dari investor.
Baca Juga: Empat Negara Ini Dapat Kelonggaran Ketentuan DHE SDA, Ini Alasan Pemerintah
Suminto juga menyebut bahwa penerbitan Panda Bond perdana Indonesia mendapat respons positif dari investor di pasar China. Adapun penyelesaian transaksi (settlement) Panda Bond tersebut akan dilakukan pada 30 Juli 2026.
Berdasarkan data Kementerian Keuangan, nilai penerbitan ditetapkan sebesar CNY 7 miliar atau setara sekitar US$1,03 miliar.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan pemerintah sengaja membatasi penerbitan awal Panda Bond sekitar US$1 miliar sebagai langkah memperkenalkan Indonesia kepada investor di pasar obligasi China.
"Kita akan issue sekitar US$1 miliar karena ini masih pertama untuk pengenalan pasar dulu. Nanti berikutnya kalau dibutuhkan mungkin bisa diterbitkan lagi atau lebih besar," ujar Purbaya.
Penerbitan Panda Bond ini menjadi salah satu strategi pemerintah untuk melakukan diversifikasi sumber pembiayaan, memperluas basis investor, serta meningkatkan akses Indonesia terhadap pasar keuangan internasional, khususnya kawasan Asia.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News














