kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pengangkatan Prasetyo jadi Jaksa Agung picu kritik


Kamis, 20 November 2014 / 15:53 WIB
Pekarja mengamati wall ceramic sebelum proses pembakaran akhir di pabrik Roman Ceramic Balaraja Banten, Kamis (9/3). KONTAN/Carolus Agus Waluyo/09/03/2017.


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Pakar Hukum Refly Harun menyayangkan Jaksa Agung yang akan dilantik berasal dari partai politik. Menurutnya, untuk mengisi jabatan yang maha penting seperti itu harus dipegang oleh seseorang yang independen.

"Jaksa Agung dipilih dari partai politik, ya saya pribadi menyayangkan," kata Refly usai diskusi publik "Mencari Sosok Jaksa Agung Yang Ideal" oleh Times Indonesia, di Hotel Borobudur, Kamis (20/11) siang.

Menurutnya seorang Jaksa Agung harus mempunyai pengalaman sebagai jaksa, tetapi juga berkarya ke tempat lain di luar parpol, seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

"Kalau dia jadi Jaksa Agung menjadi jembatan komunikasi, misalnya pemberantasan korupsi," kata Refly.

Hari ini, Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan melantik Jaksa Agung menggantikan Basrief Arief yang sudah meninggalkan jabatan Jaksa Agung. Calon yang akan dilantik Jokowi yaitu HM Prasetyo, seorang politisi dari Partai NasDem. (Rahmat Patutie)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×