kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.603.000   -7.000   -0,27%
  • USD/IDR 18.039   31,00   0,17%
  • IDX 6.276   41,68   0,67%
  • KOMPAS100 823   5,05   0,62%
  • LQ45 628   4,10   0,66%
  • ISSI 217   0,96   0,45%
  • IDX30 353   2,67   0,76%
  • IDXHIDIV20 433   2,17   0,51%
  • IDX80 94   0,51   0,55%
  • IDXV30 119   0,51   0,43%
  • IDXQ30 112   0,56   0,50%

Pengangkatan Prasetyo jadi Jaksa Agung picu kritik


Kamis, 20 November 2014 / 15:53 WIB
Pekarja mengamati wall ceramic sebelum proses pembakaran akhir di pabrik Roman Ceramic Balaraja Banten, Kamis (9/3). KONTAN/Carolus Agus Waluyo/09/03/2017.


Reporter: Yudho Winarto | Editor: Yudho Winarto

JAKARTA. Pakar Hukum Refly Harun menyayangkan Jaksa Agung yang akan dilantik berasal dari partai politik. Menurutnya, untuk mengisi jabatan yang maha penting seperti itu harus dipegang oleh seseorang yang independen.

"Jaksa Agung dipilih dari partai politik, ya saya pribadi menyayangkan," kata Refly usai diskusi publik "Mencari Sosok Jaksa Agung Yang Ideal" oleh Times Indonesia, di Hotel Borobudur, Kamis (20/11) siang.

Menurutnya seorang Jaksa Agung harus mempunyai pengalaman sebagai jaksa, tetapi juga berkarya ke tempat lain di luar parpol, seperti Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK).

"Kalau dia jadi Jaksa Agung menjadi jembatan komunikasi, misalnya pemberantasan korupsi," kata Refly.

Hari ini, Presiden Joko Widodo dijadwalkan akan melantik Jaksa Agung menggantikan Basrief Arief yang sudah meninggalkan jabatan Jaksa Agung. Calon yang akan dilantik Jokowi yaitu HM Prasetyo, seorang politisi dari Partai NasDem. (Rahmat Patutie)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×