kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.774.000   0   0,00%
  • USD/IDR 18.000   153,00   0,86%
  • IDX 5.941   -254,36   -4,11%
  • KOMPAS100 785   -38,94   -4,72%
  • LQ45 589   -30,28   -4,89%
  • ISSI 206   -8,52   -3,97%
  • IDX30 334   -15,73   -4,50%
  • IDXHIDIV20 412   -15,89   -3,71%
  • IDX80 89   -4,83   -5,16%
  • IDXV30 113   -4,09   -3,48%
  • IDXQ30 108   -4,46   -3,97%

Pengamat: Masa lalu Prabowo sudah selesai


Sabtu, 24 Mei 2014 / 17:44 WIB


Sumber: TribunNews.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Pembahasan mengenai latar belakang bakal calon presiden Indonesia, Prabowo Subianto, sudah selesai.

Kasus dugaan pelanggaran Hak Azasi Manusia (HAM) dan isu penculikan bukan saatnya disematkan kepada bekas Panglima Komando Strategis Angkatan Darat itu.

Pasalnya, Prabowo pernah juga ikut dalam kontestasi Pilpres pada 2004 lalu, dan lolos dalam persyaratan Komisi Pemilihan Umum (KPU).

"Pertanyaan saya ketika Prabowo menjadi cawapres apakah hal itu dipertanyakan? Kita sudah mengalami ini ya. Pemilu kita ini sudah sangat dilematis, berat, ribet, ribut jadi mau ditambah apalagi kita ini," ujar Guru Besar Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI), Siti Zuhro, di kawasan Cikini, Jakarta, Sabtu (24/5/2014).

"Sudah lah saya sudah katakan berulang kali, tahun 2013 pernah saya sampaikan. Katanya secara hukum tidak terbukti, ya sudah. KPU juga menerima," ujar nya.

Isu pelanggaran HAM dan penculikan terhadap aktivis dan mahasiswa dalam kurun waktu 1998-1999 memang kini mencuat lagi ketika Prabowo mencalonkan diri menjadi presiden.

Isu tersebut banyak digunakan baik oleh lawan politik atau non partisan untuk menyerang Prabowo Subianto.

Sebagian isu yang berkembang Indonesia akan kembali ke zaman represif jika bekas menantu Presiden Soeharto itu menjadi presiden.

"Kalau Pak Prabowo jadi presiden, beliau orang yang  demokratis, orang yang sangat bertanggung jawab. Beliau lahir dengan bibit bobot bebet yang sangat baik. Kakeknya pendiri BNI, orang tuanya ekonom, begawan besar, Soemitro Djojohadikusumo. Beliau juga pernah sekolah di luar negeri Amerika dalam suasana demokratis terbuka," kata Ketua DPP Partai Gerindra, Ahmad Riza Patria menambahkan. (Eri Komar Sinaga)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value

[X]
×