kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Pengamat: Jokowi ingin minta dukungan Prabowo


Jumat, 30 Januari 2015 / 07:54 WIB
Pengamat: Jokowi ingin minta dukungan Prabowo
ILUSTRASI. Pekerja berjalan di depan layar yang menampilkan pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta, Selasa (4/7/2023). ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/tom.


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

JAKARTA. Pengamat politik UI, Agung Suprio, menilai pertemuan antara Presiden Joko Widodo dengan Ketua Dewan Partai Gerindra Prabowo Subianto dimaksudkan untuk meminta dukungan.

Menurut dia, Jokowi membutuhkan dukungan moral dari Prabowo untuk mencabut pelantikan Budi Gunawan.

"Budi Gunawan didukung PDI-P, Nasdem, dan Hendropriyono. Jokowi tidak tahan dengan tekanan dari ketua umum partai politik. Jokowi mencari sumber dukungan baru di saat dukungan dari partainya sudah mencapai titik kritis," kata Agung ketika dihubungi, Kamis (29/1/2015).

Agung menuturkan, Jokowi memancing Prabowo untuk turun ke gelanggang untuk menghadapi perseteruan antara Jokowi dengan para ketua umum parpol pendukung.

Agung menduga Jokowi mau menjadikan Prabowo bumper untuk melindungi dirinya dari intervensi ketum parpol yang selama ini mendukungnya.

"Ini ironi. Tapi menjadi menarik karena Jokowi-Prabowo membuka banyak kemungkinan politik dalam jangka pendek," tuturnya. (Muhammad Zulfikar)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! Supply Chain Management on Practical Sales Forecasting (SCMPSF)

[X]
×