kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • LQ45776,97   -3,35   -0.43%
  • EMAS1.024.000 0,10%
  • RD.SAHAM 0.16%
  • RD.CAMPURAN 0.03%
  • RD.PENDAPATAN TETAP 0.00%

Pengamat intelijen: Sistem pendidikan di TNI/Polri perlu dievaluasi saat pandemi


Senin, 13 Juli 2020 / 05:20 WIB
Pengamat intelijen: Sistem pendidikan di TNI/Polri perlu dievaluasi saat pandemi
ILUSTRASI. Suasana upacara Prasetya Perwira Pasis Diktukpa gelombang II dan Diktukpasus TNI AD TA 2017 di lapangan Wiradhika Secapa AD (Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat) di Cidadap, Bandung, Jawa Barat, Rabu (15/11/2017).

Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kasus penyebaran Covid-19 di lingkungan Sekolah Calon Perwira Angkatan Darat (Secapa AD) harus menjadi perhatian seluruh pihak. Hal itu diungkapkan oleh pengamat militer dan intelijen Susaningtyas NH Kertopati. 

Dia mengatakan, TNI selama ini sudah memiliki mekanisme yang diterapkan untuk menghadapi Covid-19. Baik di lingkungan kesatuan maupun institusi pendidikan. Namun, evaluasi terhadap penyelenggaraan pendidikan di lingkungan TNI juga perlu dilakukan. Misalnya, dengan menyelenggarakan pendidikan jarak jauh pada saat pandemi berlangsung. 

"Memang kuliah video conference, saat ini menjadi jalan keluar. Tetapi dalam pendidikan TNI/Polri ada mata pelajaran atau perkuliahan yang menuntut tatap muka," kata Susaningtyas seperti dilansir dari Antara, Minggu (12/7/2020). 

Baca Juga: Berawal dari pemeriksaan bisul, kasus positif corona Secapa AD ketahuan

Sejak pandemi ini muncul, ia menambahkan, pemerintah telah memberikan instruksi kepada seluruh jajarannya untuk mengedepankan aspek pencegahan. Termasuk dalam hal ini berlaku bagi TNI dan Polri. Seluruh satuan telah disiagakan untuk menerapkan prosedur pencegahan, baik kepada prajurit, PNS maupun keluarganya. Adapun upaya reguler yang selama ini telah dilakukan secara berkala untuk perwira dan PNS yaitu menjalankan pemeriksaan kesehatan dua kali dalam setahun. 

"Dan bintara, tamtama, serta PNS sederajat satu kali per tahun," ujarnya. 

Baca Juga: Jadi klaster penyebaran corona, KSAD: Kegiatan di Secapa AD lanjut sesuai kurikulum

Bahkan, ketika kasus ini mewabah, seluruh Dinas Kesehatan TNI telah memeriksa file kesehatan seluruh personel. Hasil pemeriksaan pun dibagi ke dalam empat kategori status kesehatan (stakes), yaitu stakes 1, stakes 2, stakes 2P dan stakes 3. Personel yang dalam kondisi stakes 3 harus mendapatkan tambahan obat dan suplemen, serta mencegah kontak langsung dengan masyarakat luas. 

DONASI, Dapat Voucer Gratis!
Dukungan Anda akan menambah semangat kami untuk menyajikan artikel-artikel yang berkualitas dan bermanfaat.

Sebagai ungkapan terimakasih atas perhatian Anda, tersedia voucer gratis senilai donasi yang bisa digunakan berbelanja di KONTAN Store.



TERBARU

[X]
×