Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Noverius Laoli
Di sisi lain, pertumbuhan penerimaan pajak sebesar 20,7% kemungkinan sudah mencerminkan peningkatan angsuran PPh Pasal 25 badan.
Tapi, konfirmasi terkait ekspansi profitabilitas korporasi baru bisa dilihat jika di akhir April terjadi lonjakan pelaporan SPT disertai pembayaran PPh Pasal 29 yang besar.
Pengamat Pajak Center for Indonesia Taxation Analysis (CITA) Fajry Akbar juga menilai kenaikan tersebut belum sepenuhnya mencerminkan kondisi ekonomi yang kuat.
Baca Juga: Penerimaan Pajak Tumbuh 20,7%, Pengamat Sebut Belum Cerminkan Kondisi Ekonomi
"Memang pertumbuhan 2026 terlihat tinggi, tapi nyatanya dibandingkan dengan penerimaan pajak tahun 2024 pada bulan yang sama cuma naik 0,26%, bahkan lebih rendah dari penerimaan pajak 2023 bulan yang sama," ujar Fajry.
Dari sisi konsumsi, penjualan sepeda motor jelang hari raya, yakni di Maret 2023 dan 2024 masing-masing tercatat mencapai 663.000 unit dan 584.000 unit. Sementara di Februari 2026, hanya 587.000 unit.
Kondisi ini dinilai belum menunjukkan lonjakan konsumsi yang kuat seperti pola tahun-tahun sebelumnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













