kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Penerimaan bea keluar tahun depan Rp 31,7 triliun


Selasa, 18 September 2012 / 21:38 WIB
Penerimaan bea keluar tahun depan Rp 31,7 triliun


Reporter: Herlina KD |

JAKARTA. Perlambatan ekonomi global diperkirakan masih akan berlanjut sampai tahun depan. Hanya saja, pada tahun depan harga komoditas diperkirakan akan mengalami peningkatan karena permintaan global yang mulai pulih. Alhasil, dalam RAPBN 2013 pemerintah mematok target penerimaan bea keluar sebesar Rp 31,7 triliun. Penerimaan bea keluar ini banyak dikontribusikan oleh kenaikan penerimaan bea keluar dari CPO.

Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Agung Kuswandono mengungkapkan target penerimaan bea cukai dalam RAPBN 2013 sebesar Rp 147,2 triliun. Rinciannya, penerimaan cukai sebesar Rp 89 triliun, penerimaan bea masuk sebesar Rp 26,5 triliun dan penerimaan bea keluar Rp 31,7 triliun.

Untuk penerimaan bea keluar, Agung mengatakan salah satunya berasal dari kenaikan ekspor minyak sawit mentah alias CPO. "Ekspor CPO dan turunannya pada tahun 2013 diperkirakan meningkat sekitar 10% - 12% dari tahun 2012," ujarnya Selasa (18/9).

Menurutnya, kenaikan ekspor ini disebabkan karena kenaikan harga. Sedangkan volumenya relatif stabil. Meski diperkirakan ada kenaikan ekspor, tapi pada tahun 2013 rata-rata tarif BK CPO pada tahun 2013 justru turun menjadi 15%. Padahal, pada tahun 2012, rata-rata tarif BK CPO sebesar 16,5%.

Agung bilang, saat ini mulai ada fenomena baru, di mana ekspor CPO sudah mulai beralih dari ekspor CPO mentah ke ekspor produk turunannya. Nah, "Bea keluar untuk produk turunan CPO ini lebih rendah," katanya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU

[X]
×