kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.627.000   -10.000   -0,38%
  • USD/IDR 17.635   -22,00   -0,12%
  • IDX 6.675   55,28   0,84%
  • KOMPAS100 874   7,71   0,89%
  • LQ45 662   5,95   0,91%
  • ISSI 233   1,88   0,81%
  • IDX30 370   2,56   0,70%
  • IDXHIDIV20 457   2,27   0,50%
  • IDX80 100   0,88   0,89%
  • IDXV30 127   0,86   0,68%
  • IDXQ30 118   0,68   0,58%

Penelitian Ungkap Pengaruh Produk Tembakau yang Dipanaskan Terhadap Kualitas Udara


Selasa, 08 September 2026 / 11:35 WIB
Diperbarui Selasa, 08 September 2026 / 11:38 WIB
Penelitian Ungkap Pengaruh Produk Tembakau yang Dipanaskan Terhadap Kualitas Udara
ILUSTRASI. TOBACCO-HEALTH-DISEASES-IQOS HMSP (Hannes P. Albert/dpa/via REUTERS)


Reporter: Fahriyadi | Editor: Fahriyadi .

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Penelitian terbaru dari Jepang mengungkap fakta bahwa penggunaan produk tembakau yang dipanaskan (heated tobacco product/HTP) menghasilkan perubahan hanya pada sebagian kecil parameter kualitas udara di dalam ruangan. Parameter yang mengalami perubahan tersebut masih berada di bawah ambang batas paparan yang ditetapkan oleh berbagai lembaga di bidang kesehatan, keselamatan, dan lingkungan. Temuan tersebut dipublikasikan dalam penelitian berjudul Effect of the Use of a Heated Tobacco Product on Indoor Air Quality in Environmentally-Controlled Chamber.

Pada riset ini, Katsunari Fujisawa bersama tim mengevaluasi kualitas udara di dalam ruangan saat produk tembakau yang dipanaskan digunakan pada suhu maksimum 32 derajat Celcius dengan hasil berupa aerosol. Sebanyak 56 parameter kualitas udara diukur di ruang uji dengan kondisi yang menyerupai restoran dan hunian, mencakup karbon monoksida, karbon dioksida, senyawa organik volatil, partikulat, logam, amonia, propilen glikol, gliserol,  hingga berbagai senyawa lainnya.

"Hasil penelitian menunjukkan bahwa penggunaan produk tembakau yang dipanaskan hanya menyebabkan peningkatan pada sebagian kecil parameter kualitas udara. Dari 56 parameter yang diukur, enam parameter meningkat pada kondisi yang menyerupai restoran, sedangkan sembilan parameter lainnya meningkat pada kondisi yang menyerupai hunian," tulis peneliti dalam studi yang dipublikasikan di jurnal Aerosol and Air Quality Research pada 9 April 2026, dikutip Selasa (8/9/2026).

Baca Juga: Produk Tembakau Alternatif Makin Dilirik, Akademisi Bicara Soal Harm Reduction

Tak hanya itu, penelitian juga membandingkan hasil pengukuran tersebut dengan batas paparan yang ditetapkan sejumlah lembaga kesehatan dan keselamatan kerja di Jepang dan Amerika Serikat. Peneliti menjelaskan riset ini bertujuan untuk menggambarkan perubahan kualitas udara dalam ruangan saat produk tembakau yang dipanaskan digunakan. Hasilnya menunjukkan konsentrasi parameter yang mengalami peningkatan masih berada di bawah ambang batas paparan yang ditetapkan otoritas terkait.

”Untuk parameter-paramater yang meningkat secara signifikan, dapat dikonfirmasi bahwa konsentrasinya masih berada di bawah ambang batas yang ditetapkan berbagai lembaga publik. Berdasarkan hasil penelitian ini, diharapkan juga memperoleh pemahaman yang lebih akurat mengenai dampak produk tembakau yang dipanaskan terhadap kualitas udara dalam ruangan (IAQ), serta menjadikannya sebagai data dasar untuk menjaga kualitas udara dalam ruangan lebih baik,” tulis peneliti.

Penguatan Riset Produk Tembakau Alternatif

Temuan dari Jepang tersebut semakin menambah daftar bukti ilmiah yang mengkaji produk tembakau alternatif, terutama produk tembakau yang dipanaskan, agar informasi mengenai karakteristik dan profil risikonya dapat dipahami secara lebih komprehensif. Semakin banyak penelitian yang dilakukan dengan metode dan parameter yang beragam, semakin banyak pula informasi berbasis bukti yang dapat menjadi referensi bagi konsumen maupun pembuat kebijakan.

Peneliti Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Prof. Anugerah Widianto, menilai perkembangan teknologi dan perubahan preferensi konsumen perlu diikuti dengan kajian ilmiah yang memadai. Ia menekankan pentingnya pendekatan berbasis risiko dalam melihat perkembangan produk tembakau dan inovasi di sektor tersebut.

"Regulasi yang disusun berdasarkan tingkat risiko produk dan didukung oleh kajian ilmiah yang kuat akan menjadi fondasi yang penting dalam pengelolaan industri hasil tembakau di masa depan," ujar Anugerah.

Anugerah menilai penguatan dialog antara pemerintah, industri, akademisi, peneliti, dan masyarakat merupakan bagian penting dalam menciptakan pemahaman yang seimbang mengenai inovasi di sektor tembakau. Selain itu, Anugerah juga menekankan pentingnya memperluas basis bukti ilmiah melalui penelitian yang berkelanjutan.

"Semakin banyak penelitian yang dilakukan, semakin lengkap pula informasi yang tersedia untuk membantu konsumen dan pembuat kebijakan memahami karakteristik serta profil risiko berbagai produk tembakau alternatif, termasuk produk tembakau yang dipanaskan," ujarnya.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×