kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.964.000   20.000   1,03%
  • USD/IDR 16.488   106,00   0,65%
  • IDX 7.830   -121,60   -1,53%
  • KOMPAS100 1.089   -17,02   -1,54%
  • LQ45 797   -14,45   -1,78%
  • ISSI 265   -3,29   -1,23%
  • IDX30 413   -7,90   -1,88%
  • IDXHIDIV20 481   -7,60   -1,56%
  • IDX80 120   -2,17   -1,77%
  • IDXV30 129   -2,94   -2,22%
  • IDXQ30 134   -2,35   -1,73%

Pendapatan Ekspor CPO Indonesia Bisa Terpukul Akibat Perang India-Pakistan


Senin, 12 Mei 2025 / 02:11 WIB
Pendapatan Ekspor CPO Indonesia Bisa Terpukul Akibat Perang India-Pakistan
ILUSTRASI. Ketegangan militer antara India dan Pakistan dikhawatirkan akan berdampak langsung terhadap ekspor crude palm oil (CPO) Indonesia. ANTARA FOTO/Syifa Yulinnas


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Permintaan CPO RI Terpukul 

Senada dengan Dinna, Analis Kebijakan Ekonomi Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo), Ajib Hamdani, juga memperingatkan bahwa gejolak politik dan keamanan di India dapat memukul permintaan terhadap CPO dan batu bara dari Indonesia. 

“Ekspor ke India didominasi oleh komoditas batu bara dan crude palm oil (CPO). Dengan gejolak politik dan keamanan di India, berpotensi membuat kontraksi ekonomi dan penurunan permintaan dari India,” kata Ajib. 

Ajib mencatat bahwa neraca dagang Indonesia-India merupakan salah satu penyumbang surplus terbesar bagi RI setelah Amerika Serikat, dengan nilai yang mencapai selisih US$ 15 miliar pada 2024. 

Karena itu, menurutnya, pemerintah perlu menyiapkan strategi alternatif. 

Tonton: Gapki: Kenaikan Pajak Impor India akan Pengaruhi Kinerja Ekspor CPO

“Kalau terjadi kontraksi ekonomi dan permintaan, harapannya, pemerintah bisa membangun kerja sama bilateral dengan negara-negara lain yang bisa mensubstitusi pasar India,” ujar Ajib. 

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, India dan Pakistan masih menjadi negara tujuan ekspor terbesar CPO dan turunannya dari Indonesia. 

India menempati posisi teratas dengan volume ekspor 4,27 juta ton, disusul Pakistan dengan 3 juta ton.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Perang India-Pakistan Bisa Pukul Pendapatan Ekspor CPO Indonesia"

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
[Intensive Workshop] AI-Powered Scenario Analysis AYDA dan Penerapannya, Ketika Debitor Dinyatakan Pailit berdasarkan UU. Kepailitan No.37/2004

[X]
×