kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.673.000   5.000   0,19%
  • USD/IDR 17.892   34,00   0,19%
  • IDX 6.101   -15,36   -0,25%
  • KOMPAS100 796   1,04   0,13%
  • LQ45 598   -0,77   -0,13%
  • ISSI 212   -1,29   -0,61%
  • IDX30 338   -0,72   -0,21%
  • IDXHIDIV20 413   -2,81   -0,68%
  • IDX80 90   0,11   0,12%
  • IDXV30 111   -0,72   -0,65%
  • IDXQ30 108   -0,25   -0,23%

Pemred Obor Rakyat: Tabloid ini karya jurnalistik


Sabtu, 14 Juni 2014 / 11:49 WIB
ILUSTRASI. Paket Menu Receh & Menu Receh 1+1 termasuk ke dalam promo McD terbaru sepanjang tahun 2023 (Dok/McD)


Sumber: TribunNews.com | Editor: Hendra Gunawan

JAKARTA. Pemimpin Redaksi (Pemred) Tabloid Obor Rakyat, Setiyardi Budiono membantah bahwa berita yang disajikan oleh Obor Rakyat sarat dengan kampanye hitam.

"Saya bawa sampel. Ini sampel tabloid yang sempat dibicarakan. Kalau teman-teman lihat. Ini adalah karya jurnalistik biasa. Sebuah tabloid yang biasa saja, yang sebagai jurnalis saya pertaruhkan reputasi saya," ujar Setiyardi dalam dialog Polemik yang digelar di Warung Daun Cikini, Jakarta, Sabtu (14/6).

Setiyardi mengatakan memang ada beberapa tulisan yang seolah-olah menyudutkan calon presiden tertentu, yaitu Joko Widodo. Misalnya saja mengenai judul 'Capres Boneka'. Menurutnya, tulisan 'Capres Boneka' merupakan pendapat dari tim redaksi Obor Rakyat.

"Tim redaksi anggap fakta. Capres boneka itu kesimpulan dari tim redaksi dan saya sebagai Pemred," kata Setiyardi.

Setiyardi justru mengungkapkan kekecewaannya mengapa hasil karya jurnalistiknya dianggap sebagai kampanye hitam. Di era keterbukaan informasi ini Setiyardi merasa seperti di era Orde Baru, ketika informasi ditutup-tutupi.

"Paling penting itu kebebasan berpendapat. Ini adl hasil reform yang perlu dijaga. 1999 pemerintah DPR telurkan Undang-Undang Pers. Fungsi pers sebarluaskan opini. UU by law mengakui dan melindungi setiap warga negara dalam produk pers. Obor rakyat ini adalah produk pers, yang secara hukum dilindungi oleh Undang-Undang. Kalau sideback kembali ke Orba, ketika semua orang berekspresi secara bebas. Sekarang tidak. Setiap saat bisa buat portal, tabloid, koran, majalah," kata Setiyardi. (Imanuel Nicolas Manafe)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Langganan Business Insight promo optimal
Kontan Academy
Supply Chain End-to-End: From Forecast to Customer Value How to Manage Your Gen Z Salespeople?

[X]
×