CLOSE [X]
kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.604.000   4.000   0,15%
  • USD/IDR 17.627   61,00   0,35%
  • IDX 6.541   -47,96   -0,73%
  • KOMPAS100 858   -8,05   -0,93%
  • LQ45 650   -6,26   -0,95%
  • ISSI 227   -3,10   -1,35%
  • IDX30 361   -3,60   -0,99%
  • IDXHIDIV20 450   -2,93   -0,65%
  • IDX80 98   -0,98   -0,99%
  • IDXV30 125   -0,95   -0,75%
  • IDXQ30 116   -1,19   -1,02%

Permintaan Jokowi pada Bawaslu


Sabtu, 07 Juni 2014 / 14:33 WIB
ILUSTRASI. Air lemon madu bermanfaat melancarkan pencernaan bila diminuma secara rutin.


Sumber: TribunNews.com | Editor: Sanny Cicilia

JAKARTA. Calon Presiden RI 2014-2019, Joko Widodo, meminta kepada Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) agar memprioritaskan pengawasan pada dua hal. Pertama pada kampanye hitam dan kedua mengenai ketidaknetralan oknum Bintara Perwira Desa (Babinsa) TNI AD.

"Saya ingin menyampaikan sekali lagi agar kampanye hitam itu betul-betul diawasi, meresahkan rakyat. Mengenai (tabloid) obor rakyat betul-betuk dicari dan diperiksa. Menyesatkan itu," ujar Jokowi ujar diperiksa di Media Centre Bawaslu, Jakarta, Sabtu (7/6).

Mengenai dugaan keterlibatan Babinsa, Jokowi menegaskan keterlibatan Babinsa bisa mempengaruhi pemilih. Oleh karena itu, hak warga negara untuk memilih harus dilindungi.

"Mengenai Babinsa,kita tadi meminta agar lebih diprioritaskan. Agar melindungi hak politik warga," pinta Gubernur DKI Jakarta nonaktif itu.

Sebelumnya, beredar tabloid 'Obor' di berbagai pondok pesantren di wilayah Jawa Barat. Tabloid tersebut berisi mengenai Jokowi tanpa konfirmasi.

Terkait keterlibatan Babinsa, beberapa hari lalu diberitakan seorang oknum mendata dan mengarahkan pilihan warga terhadap salah satu pasangan calon. (Eri Komar Sinaga)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×