kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.922.000   20.000   0,69%
  • USD/IDR 17.021   8,00   0,05%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Pemerintah tinjau beli obat Covid-19 molnupiravir hingga 1 juta dosis di bulan depan


Senin, 08 November 2021 / 14:46 WIB
ILUSTRASI. Ilustrasi obat pil medicine pengobatan


Sumber: Reuters | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah sedang meninjau penggunaan obat Covid-19 yang diproduksi oleh Merck & Co Inc untuk penggunaan dalam negeri. Pemerintah kemungkinan akan membeli hingga 1 juta dosis pada bulan depan.

Obat eksperimental tersebut disebut molnupiravir. Inggris menjadi negara pertama yang menyetujui penggunaan molnupiravir. Di bulan lalu, Merck mengklaim, obat ini mengurangi separuh kemungkinan rawat inap atau kematian pada pasien yang berisiko tinggi terhadap Covid-19.

Amerika Serikat, Malaysia, Korea Selatan, Singapura, Thailand, dan Filipina termasuk di antara negara-negara yang tertarik membeli molnupiravir.

Penny K. Lukito, Kepala Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM), mengatakan dalam sidang parlemen bahwa proses pendaftaran obat itu sedang berlangsung.

Baca Juga: Setelah Inggris, ini hasil uji coba Covid-19 molnupiravir di Vietnam

Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menambahkan, Indonesia berencana membeli sekitar 600.000 hingga 1 juta dosis molnupiravir dari Merck pada bulan Desember mendatang.

Perusahaan milik negara dan swasta telah diundang untuk mengajukan permohonan lisensi paten untuk memproduksi molnupiravir di dalam negeri, lanjut Budi Sadikin.

Selanjutnya: Ada pandemi, transaksi uang elektronik perbankan melonjak

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Effective Warehouse Management

[X]
×