Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Noverius Laoli
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah tetap optimistis terhadap prospek pertumbuhan ekonomi Indonesia meski proyeksi terbaru dari Bank Dunia menunjukkan adanya perlambatan pada 2026.
Di tengah tekanan global, ekonomi domestik dinilai masih memiliki daya tahan yang kuat.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, mengatakan penurunan proyeksi pertumbuhan bukan hanya terjadi di Indonesia, melainkan juga di banyak negara akibat meningkatnya ketidakpastian global, terutama dampak konflik geopolitik.
Baca Juga: Tak Percaya Proyeksi Asing, Pemerintah Optimistis Ekonomi RI Tumbuh 5,2% pada 2025
“Kalau kita lihat, angka itu masih di atas pertumbuhan rata-rata global,” ujarnya, Kamis (9/4/2026).
Ia menegaskan, pemerintah tetap yakin kinerja ekonomi nasional akan solid. Optimisme tersebut didorong oleh potensi realisasi pertumbuhan yang kerap melampaui proyeksi berbagai lembaga internasional.
Pemerintah juga memilih menunggu data aktual, khususnya realisasi pertumbuhan pada kuartal I 2026, sebelum menarik kesimpulan lebih jauh.
Sebelumnya, World Bank menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia menjadi 4,7% pada 2026, dari sebelumnya 4,8% dalam laporan Oktober 2025. Revisi ini tertuang dalam laporan East Asia and Pacific Economic Update edisi April 2026.
Baca Juga: Pemerintah Optimistis Ekonomi Kuartal IV 2025 Tumbuh 5,6%
Bank Dunia menilai perlambatan dipicu oleh tekanan eksternal, terutama kenaikan harga minyak global serta meningkatnya sikap hati-hati investor di pasar keuangan internasional (risk-off sentiment).
Pandangan serupa datang dari kalangan akademisi. LPEM FEB UI menilai proyeksi tersebut masih realistis di tengah kondisi global yang tidak menentu.
Ekonom LPEM FEB UI, Teuku Riefky, menyebut tantangan ekonomi saat ini lebih berat dibanding sebelumnya, terutama karena tekanan harga energi dan ketidakpastian global yang tinggi.
Dalam situasi ini, ia menekankan pentingnya menjaga daya beli masyarakat agar konsumsi domestik tetap menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi.
Baca Juga: Ekonomi RI Tumbuh Stabil, Ini Empat Hal yang Perlu Diperhatikan
Pemerintah juga dinilai perlu memperkuat program perlindungan sosial, khususnya bagi kelompok berpendapatan rendah dan rentan.
Langkah tersebut dianggap krusial untuk meredam dampak kenaikan harga energi sekaligus menjaga stabilitas konsumsi rumah tangga di tengah tekanan eksternal yang masih berlanjut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













