kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.640.000   15.000   0,57%
  • USD/IDR 18.013   50,00   0,28%
  • IDX 5.745   49,44   0,87%
  • KOMPAS100 744   8,79   1,19%
  • LQ45 565   8,75   1,57%
  • ISSI 199   0,85   0,43%
  • IDX30 321   4,92   1,56%
  • IDXHIDIV20 395   5,89   1,52%
  • IDX80 85   1,16   1,39%
  • IDXV30 107   1,21   1,14%
  • IDXQ30 103   1,26   1,24%

Pemerintah Tegaskan Pandemi Belum Berakhir, Presiden Minta Vaksinasi Terus Digenjot


Senin, 04 Juli 2022 / 12:53 WIB
ILUSTRASI. Pemerintah minta vaksi booster Covid-19 terus digenjot


Reporter: Ratih Waseso | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah menegaskan bahwa pandemi Covid-19 di dunia maupun di Indonesia belum berakhir. Hal ini terlihat dari angka kasus harian di beberapa negara dan Indonesia masih bertambah.

Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menjelaskan, dalam pergerakan kasus rata-rata dalam tujuh hari kasus Covid-19 di Amerika Serikat (AS) berada di angka 116.034, Australia 32.116 kasus, India 16.065 kasus, Singapura 8.266 kasus, Malaysia 2.384 kasus, Thailand 2.278 dan Indonesia masih 1.939 kasus.

"Secara kasus harian per 3 Juli Indonesia ada 1.614 kasus. Dan kami lihat bahwa kasus tersebut tentunya masih di bawah daripada positivity rate WHO yang di 5%," kata Airlangga dalam Keterangan Pers Virtual, Senin (4/7).

Jika dilihat dari angka reproduksi efektif di luar Jawa Bali yakni Sumatra masih 1,08; Nusa Tenggara, Kalimantan, Sulawesi 1,11; Maluku dan Papua 0,99. Kemudian dari segi kasus secara nasional Jawa-Bali masih mewakili mayoritas jumlah kasus atau 95%, yaitu 1.579 kasus, sedangkan luar Jawa-Bali hanya 35 kasus atau 4,07%.

Baca Juga: UPDATE Covid-19 Indonesia, 3 Juli: Tambah 1.614 Kasus Baru, Meninggal 4

"Nah kalau kita lihat dari kasus harian tertinggi di luar Jawa-Bali adalah Kalimantan Selatan dan Sumatra Utara masing-masing 77 dan 67," imbuhnya.

Oleh karenanya pemerintah terus meningkatkan cakupan vaksinasi baik dosis primer (dosis satu dan dua) dan booster. Presiden Joko Widodo meminta agar percepatan vaksinasi dapat dilakukan dengan pendekatan-pendekatan sosial yang inovatif.

Adapun vaksinasi di luar Jawa-Bali untuk dosis kedua masih ada yang di bawah 50%, yakni di Maluku, Papua Barat dan Papua. Sementara itu dosis ketiga rata-rata masih di bawah 20%.

"Nah tentunya dosis ketiga ini akan dipersyaratkan untuk berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat banyak dan juga untuk berbagai perjalanan. Jadi tadi Bapak Presiden untuk di airport disiapkan untuk vaksinasi dosis ketiga," ujarnya.

Untuk luar Jawa-Bali pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) masih akan diperpanjang dari tanggal 5 Juli sampai dengan 1 Agustus. Dimana terdiri dari 385 kabupaten/kota berada di level 1 dan satu kabupaten/kota yang di level 2 yaitu Kabupaten Sorong di Papua Barat.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
Inventory Management: From Chaos to Control Sales Coaching: Lead Better, Sell More!

[X]
×