kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.839.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.553   53,00   0,30%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pemerintah targetkan IA-CEPA dapat diimplementasikan bulan April tahun ini


Minggu, 02 Februari 2020 / 17:47 WIB
ILUSTRASI. Pemerintah targetkan IA-CEPA dapat diimplementasikan bulan April tahun ini. KONTAN/Baihaki/3/1/2020


Reporter: Abdul Basith | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Indonesia menargetkan Perjanjian Kerja Sama Ekonomi Komprehensif Indonesia Australia (IA-CEPA) berjalan bulan April mendatang. Saat ini Indonesia masih melakukan proses ratifikasi perjanjian tersebut. Proses ratifikasi akan segera diselesaikan oleh pihak DPR dalam rapat paripurna.

"Di DPR (proses ratifikasi) tahap final untuk dibawa ke paripurna," ujar Direktur Jenderal Perjanjian Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Iman Pambagyo saat dihubungi Kontan.co.id, Minggu (2/2).

Baca Juga: Awas, Perjanjian Dagang Bisa Menjadi Bumerang

Iman memastikan proses ratifikasi akan rampung pada bukan Februari ini. Setelah itu perlu waktu selama 60 hari untuk perjanjian tersebut berjalan atau entry into force.

Asal tahu saja sebelumnya perundingan IA-CEPA telah resmi selesai pada bulan Maret 2019 lalu. Sebelumnya Australia pun telah menyelesaikan proses ratifikasi. "Australia sudah ratifikasi, jadi kalau semua lancar Februari ini, entry into force April," terang Iman.

Selain IA-CEPA, Indonesia juga menyelesaikan perjanjian CEPA dengan Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa (EFTA) pada Desember 2018 lalu. EFTA beranggotakan 4 negara antara lain Swiss, Norwegia, Islandia, dan Liechtenstein.

Baca Juga: Perjanjian IA-CEPA: Buka Peluang Besar Bersaing di Pasar Australia

Namun, saat ini Komisi VI DPR masih akan melakukan Focus Group Discussion (FGD) terlebih dahulu. Setelah FGD, Indonesia - EFTA CEPA baru akan kembali dibahas bersama pemerintah untuk ratifikasi. "Indonesia - EFTA masih akan dibahas lebih detil tampaknya," jelas Iman.

Sebagai informasi berdasarkan data situs Kemendag, neraca dagang Indonesia - Australia Januari hingga November mengalami defisit US$ 2,95 miliar. Dari angka tersebut ekspor Indonesia sebesar US$ 2,14 miliar sedangkan impor US$ 5,1 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×