kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.549.000   34.000   1,35%
  • USD/IDR 16.781   21,00   0,13%
  • IDX 8.934   74,42   0,84%
  • KOMPAS100 1.226   8,17   0,67%
  • LQ45 865   5,28   0,61%
  • ISSI 322   1,78   0,55%
  • IDX30 443   0,30   0,07%
  • IDXHIDIV20 516   -0,09   -0,02%
  • IDX80 136   0,92   0,68%
  • IDXV30 143   1,50   1,06%
  • IDXQ30 142   -0,22   -0,16%

Pemerintah targetkan IA-CEPA dapat diimplementasikan bulan April tahun ini


Minggu, 02 Februari 2020 / 17:47 WIB
Pemerintah targetkan IA-CEPA dapat diimplementasikan bulan April tahun ini
ILUSTRASI. Pemerintah targetkan IA-CEPA dapat diimplementasikan bulan April tahun ini. KONTAN/Baihaki/3/1/2020


Reporter: Abdul Basith | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah Indonesia menargetkan Perjanjian Kerja Sama Ekonomi Komprehensif Indonesia Australia (IA-CEPA) berjalan bulan April mendatang. Saat ini Indonesia masih melakukan proses ratifikasi perjanjian tersebut. Proses ratifikasi akan segera diselesaikan oleh pihak DPR dalam rapat paripurna.

"Di DPR (proses ratifikasi) tahap final untuk dibawa ke paripurna," ujar Direktur Jenderal Perjanjian Perdagangan Internasional Kementerian Perdagangan Iman Pambagyo saat dihubungi Kontan.co.id, Minggu (2/2).

Baca Juga: Awas, Perjanjian Dagang Bisa Menjadi Bumerang

Iman memastikan proses ratifikasi akan rampung pada bukan Februari ini. Setelah itu perlu waktu selama 60 hari untuk perjanjian tersebut berjalan atau entry into force.

Asal tahu saja sebelumnya perundingan IA-CEPA telah resmi selesai pada bulan Maret 2019 lalu. Sebelumnya Australia pun telah menyelesaikan proses ratifikasi. "Australia sudah ratifikasi, jadi kalau semua lancar Februari ini, entry into force April," terang Iman.

Selain IA-CEPA, Indonesia juga menyelesaikan perjanjian CEPA dengan Asosiasi Perdagangan Bebas Eropa (EFTA) pada Desember 2018 lalu. EFTA beranggotakan 4 negara antara lain Swiss, Norwegia, Islandia, dan Liechtenstein.

Baca Juga: Perjanjian IA-CEPA: Buka Peluang Besar Bersaing di Pasar Australia

Namun, saat ini Komisi VI DPR masih akan melakukan Focus Group Discussion (FGD) terlebih dahulu. Setelah FGD, Indonesia - EFTA CEPA baru akan kembali dibahas bersama pemerintah untuk ratifikasi. "Indonesia - EFTA masih akan dibahas lebih detil tampaknya," jelas Iman.

Sebagai informasi berdasarkan data situs Kemendag, neraca dagang Indonesia - Australia Januari hingga November mengalami defisit US$ 2,95 miliar. Dari angka tersebut ekspor Indonesia sebesar US$ 2,14 miliar sedangkan impor US$ 5,1 miliar.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×