kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.584.000   35.000   1,37%
  • USD/IDR 16.799   18,00   0,11%
  • IDX 8.945   11,20   0,13%
  • KOMPAS100 1.232   5,57   0,45%
  • LQ45 871   6,27   0,72%
  • ISSI 324   1,18   0,37%
  • IDX30 444   0,97   0,22%
  • IDXHIDIV20 521   5,04   0,98%
  • IDX80 137   0,69   0,51%
  • IDXV30 144   1,30   0,91%
  • IDXQ30 142   0,82   0,58%

Pemerintah Targetkan 7 Blok Huntara di Aceh Tamiang Rampung 10 Januari 2026


Selasa, 06 Januari 2026 / 17:15 WIB
Pemerintah Targetkan 7 Blok Huntara di Aceh Tamiang Rampung 10 Januari 2026
ILUSTRASI. Kementerian PU kebut pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh


Reporter: Arif Ferdianto | Editor: Anna Suci Perwitasari

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus mengebut pembangunan hunian sementara (huntara) bagi masyarakat terdampak bencana di Kabupaten Aceh Tamiang, Provinsi Aceh. Pemerintah menargetkan sebanyak 7 blok huntara tersebut dapat tuntas sepenuhnya pada 10 Januari 2026 mendatang.

Menteri PU Dody Hanggodo menyatakan, saat ini progres pembangunan fisik di lapangan telah menyentuh angka sekitar 75%. Pihaknya berkomitmen penuh mendukung penanganan bencana yang dikoordinasikan oleh Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) agar warga tak lagi bertahan di tenda pengungsian.

“Kami berkomitmen untuk mensuport penuh BNPB. Huntara ini dibangun agar masyarakat terdampak dapat segera tinggal di tempat yang lebih layak, aman, dan bermartabat,” ujarnya dalam keterangan resmi, Selasa (6/1/2026).

Baca Juga: NVIDIA Pilih Johor, Ekonom Soroti Tantangan Investasi Teknologi di Indonesia

Secara teknis, huntara di Aceh Tamiang ini dibangun menggunakan sistem bangunan modular dengan struktur rangka baja ringan. Keunggulan sistem ini adalah proses konstruksi yang cepat namun tetap memiliki struktur yang kuat untuk memberikan kenyamanan bagi para penghuni.

Proyek yang berlokasi di Gampong Bundar, Aceh Tamiang ini, dirancang untuk menampung sekitar 84 Kepala Keluarga (KK) atau setara dengan 336 jiwa. Pembangunan terdiri atas 7 blok utama, di mana setiap blok memiliki kapasitas untuk 12 KK.

Dody merinci, dari total 7 blok tersebut, saat ini terdapat satu blok yang masih difungsikan sementara sebagai area penyimpanan material bangunan. Hal ini dikarenakan posisinya yang strategis di bagian depan lokasi dan berbatasan langsung dengan akses jalan.

“Selain hunian, kawasan ini juga akan dilengkapi dengan sarana air bersih, sanitasi, toilet komunal, hingga instalasi listrik dan pencahayaan,” tambahnya.

Adapun tahapan pekerjaan saat ini meliputi penyelesaian pondasi, pemasangan rangka modular, hingga pekerjaan mekanikal, elektrikal, dan plumbing (MEP). Percepatan ini dianggap krusial agar masyarakat bisa segera menjalani masa pemulihan dengan kondisi yang lebih manusiawi.

Selanjutnya: Elnusa Petrofin Jalankan 1.010 Program CSR Sepanjang 2025

Menarik Dibaca: 6 Rekomendasi Makanan untuk Mengatasi Hidung Tersumbat saat Flu

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×