kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.700.000   20.000   0,75%
  • USD/IDR 17.890   8,00   0,04%
  • IDX 6.302   -72,08   -1,13%
  • KOMPAS100 823   -12,50   -1,50%
  • LQ45 627   -6,68   -1,05%
  • ISSI 217   -3,15   -1,43%
  • IDX30 351   -3,41   -0,96%
  • IDXHIDIV20 427   -2,06   -0,48%
  • IDX80 94   -1,35   -1,41%
  • IDXV30 117   -1,05   -0,89%
  • IDXQ30 111   -0,62   -0,56%

Pemerintah Tambah Utang US$ 800 Juta


Senin, 31 Mei 2010 / 10:41 WIB


Sumber: KONTAN | Editor: Tri Adi

JAKARTA. Tudingan miring mengiringi kepergian Sri Mulyani Indrawati ke Amerika Serikat untuk melakoni tugasnya yang baru sebagai Direktur Pelaksana Bank Dunia.

Menurut Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Danang Widoyoko, secara diam-diam pemerintah ternyata menambah utang luar negeri baru. Dengan alasan menanggulangi dampak perubahan iklim, pemerintah memutuskan berutang kembali senilai US$ 800 juta.

Sebanyak US$ 200 juta di antaranya berasal dari Bank Dunia. Jadi, "Ternyata bukan karena murni prestasinya Sri Mulyani, tapi karena prestasi negara kita yang mau berutang ke Bank Dunia," ujar Danang di Jakarta, Ahad (30/5).

Semestinya, Danang bilang, pemerintah cukup berburu dana hibah perubahan iklim dari pelbagai negara saja. Belum ada pernyataan resmi dari pemerintah mengenai hal ini. Telepon genggam Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Rahmat Waluyanto tidak aktif.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
KONTAN DIGITAL PREMIUM ACCESS
Kontan Academy
[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI Effective Warehouse Management

[X]
×