kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 3.168.000   165.000   5,49%
  • USD/IDR 16.776   42,00   0,25%
  • IDX 8.232   -88,35   -1,06%
  • KOMPAS100 1.139   -9,43   -0,82%
  • LQ45 813   0,48   0,06%
  • ISSI 296   -9,48   -3,11%
  • IDX30 422   3,70   0,88%
  • IDXHIDIV20 501   7,26   1,47%
  • IDX80 126   -0,89   -0,70%
  • IDXV30 136   -1,76   -1,27%
  • IDXQ30 136   1,46   1,09%

Pemerintah Tambah Anggaran Belanja Tidak Terduga Rp 268 Miliar untuk Bencana Sumatra


Senin, 15 Desember 2025 / 19:50 WIB
Pemerintah Tambah Anggaran Belanja Tidak Terduga Rp 268 Miliar untuk Bencana Sumatra
ILUSTRASI. Pemerintah pusat telah menambah anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) dengan total sebesar Rp 268 miliar. ? (ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Herlina Kartika Dewi

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Muhammad Tito Karnavian menyampaikan pemerintah pusat telah menambah anggaran Belanja Tidak Terduga (BTT) dengan total sebesar Rp 268 miliar. 

Laporan tersebut Ia sampaikan kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Kabinet Paripurna di Istana Kepresidenan, Tito menyebut anggaran BTT tersebut sudah masuk ke rekening pemerintah daerah (Pemda) setelah tiga hari proses di sistem perbankan.

"Jadi ada Rp 60 miliar tiga provinsi, kemudian Rp 208 miliar untuk 52 kabupaten dan kota," ungkap Tito, Senin (15/12/2025).

Baca Juga: Menkes Sebut 41 Rumah Sakit Terdampak Banjir di Sumatra Telah Beroperasi Kembali

Nantinya anggaran BTT tersebut akan disalurkan segera untuk kebutuhan para korban bencana di wilayah Sumatra dana. penggunaan anggaran BTT diarahkan terutama untuk memenuhi kebutuhan individual para korban bencana, khususnya kebutuhan dasar yang belum sepenuhnya terpenuhi oleh bantuan dari pemerintah pusat.

“Kalau dari pusat biasanya banyak membantu kebutuhan pokok seperti beras dan minyak goreng. Sementara BTT daerah kami arahkan untuk kebutuhan seperti pakaian, sabun, sampo, keperluan perempuan, dan kebutuhan bayi,” jelas Tito.

Tito mengatakan, sejak hari pertama kejadian, pemerintah daerah langsung melakukan penanganan di lapangan. Bahkan pada hari ketiga, Kemendagri telah dan Kementerian/Lembaga (K/L) terkait turun langsung ke Aceh untuk mengoordinasikan upaya penanggulangan bencana bersama Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP), Pemadam Kebakaran (Damkar), dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD).

“Seluruh kekuatan dari pusat juga turun, mulai dari TNI, Polri, Basarnas, BNPB, dan unsur terkait lainnya,” ujar Tito.

Baca Juga: Menkes Terjunkan 600 Dokter Magang Hingga Spesialis ke Sumatera dan Aceh

Selain itu, Kemendagri juga mendorong daerah-daerah lain untuk menunjukkan solidaritas dengan memberikan bantuan kepada wilayah terdampak, terutama bagi daerah yang masih memiliki sisa lebih anggaran di akhir tahun.

"Karena akhir tahun ada yang masih memiliki sisa lebih anggaran (SAL). Itu ada total semuanya yang termonitor kami langsung itulah Rp 46 miliar, yang diberikan langsung.

Tak hanya bantuan dana, sejumlah daerah juga mengirimkan bantuan langsung berupa tenaga medis, obat-obatan, makanan, dan pakaian ke kabupaten dan kota yang terdampak paling parah, seperti Aceh Tamiang dan Tapanuli Tengah.

Kemendagri memastikan koordinasi antara pemerintah pusat dan daerah terus diperkuat agar penanganan bencana berjalan cepat dan tepat sasaran.

Selanjutnya: OJK Sederhanakan Persyaratan Izin Usaha Gadai, Budi Gadai Sambut Baik

Menarik Dibaca: Menu Diet Turun Berat Badan Tanpa Nasi untuk Seminggu, Coba yuk!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Video Terkait



TERBARU
Kontan Academy
SPT Tahunan PPh Coretax: Mitigasi, Tips dan Kertas Kerja Investing From Zero

[X]
×