kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.613.000   23.000   0,89%
  • USD/IDR 17.924   -15,00   -0,08%
  • IDX 6.242   -56,72   -0,90%
  • KOMPAS100 813   -5,85   -0,71%
  • LQ45 621   -2,15   -0,35%
  • ISSI 215   -3,31   -1,52%
  • IDX30 344   -1,09   -0,32%
  • IDXHIDIV20 429   0,02   0,00%
  • IDX80 93   -0,53   -0,57%
  • IDXV30 116   -0,90   -0,76%
  • IDXQ30 111   -0,10   -0,09%

Pemerintah suatu negara harus mengumumkan bila terjadi resesi, mengapa?


Kamis, 20 Agustus 2020 / 05:24 WIB
ILUSTRASI. Ekonom memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan kembali minus di Kuartal III 2020. KONTAN/BAihaki/4/8/2020


Sumber: Kompas.com | Editor: Barratut Taqiyyah Rafie

Sebelumnya, Akhmad memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia akan kembali minus di Kuartal III 2020. Di Kuartal II 2020 sendiri pertumbuhan ekonomi RI minus hingga 5,32%. Namun, lanjut Akhmad pertumbuhan ekonomi RI di Kuartal III tak akan seburuk di Kuartal II 2020. 

Baca Juga: Terapkan lockdown berkali-kali, Filipina masih belum sanggup kalahkah corona

Akhmad, juga menyebut kondisi perekonomian Indonesia di periode tersebut akan masuk ke jurang resesi. “Kemudian pemerintah akan mengumumkan, ‘ya udah kita akan mengalami resesi’. Sebenarnya mereka (pemerintah) sudah siap-siap (resesi) kok, semua orang sudah mengerti, cuma yang enggak tahu angkanya berapa,” kata dia.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Mengapa Pemerintah Suatu Negara Perlu Mengumumkan bila Terjadi Resesi?"
Penulis : Akhdi Martin Pratama
Editor : Erlangga Djumena

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
HUTKONTAN30
Kontan Academy
CFO Lens Winning Sales Proposal

[X]
×