kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.916.000   4.000   0,14%
  • USD/IDR 16.918   17,00   0,10%
  • IDX 8.274   -36,15   -0,43%
  • KOMPAS100 1.163   -5,91   -0,51%
  • LQ45 834   -4,25   -0,51%
  • ISSI 296   -0,45   -0,15%
  • IDX30 437   -1,48   -0,34%
  • IDXHIDIV20 520   -5,14   -0,98%
  • IDX80 130   -0,58   -0,44%
  • IDXV30 144   0,34   0,24%
  • IDXQ30 140   -1,50   -1,06%

Pemerintah Serap Utang Baru Rp 152 Triliun dari Lelang SUN Sampai Februari 2026


Kamis, 19 Februari 2026 / 18:17 WIB
Pemerintah Serap Utang Baru Rp 152 Triliun dari Lelang SUN Sampai Februari 2026
ILUSTRASI. Pemerintah berhasil menyerap Rp 152 triliun dari lelang SUN awal 2026 (REUTERS/Dado Ruvic)


Reporter: Nurtiandriyani Simamora | Editor: Handoyo

KONTAN.CO.ID – JAKARTA. Pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pembiayaan dan Pengelolaan Risiko Kementerian Keuangan (DJPPR Kemenkeu) telah menyerap sekitar Rp 152 triliun dari empat kali lelang Surat Utang Negara (SUN) sepanjang dua bulan pertama 2026. Serapan tersebut mencerminkan permintaan investor yang masih solid di tengah dinamika pasar global.

Berdasarkan data DJPPR, lelang telah dilakukan pada tanggal 2 Januari, 20 Januari, 3 Februari, dan 18 Februari 2026, di mana pada setiap lelang pemerintah telah menetapkan target indikatif sebesar Rp 33 triliun untuk berbagai tenor, baik jangka pendek maupun obligasi fixed rate.

Pada lelang 2 Januari 2026 misalnya, total penawaran yang masuk mencapai Rp 90,9 triliun dengan nilai yang dimenangkan sebesar Rp 40 triliun. Selanjutnya, pada lelang 20 Januari, incoming bids tercatat Rp 82,9 triliun dengan nilai serapan Rp 36 triliun.

Adapun pada lelang 3 Februari, jumlah penawaran yang masuk sebesar Rp 76,5 triliun dan pemerintah menyerap Rp 36 triliun. Sementara pada lelang terbaru 18 Februari 2026, incoming bids mencapai Rp 63,06 triliun dengan nilai yang dimenangkan sebesar Rp 40 triliun.

Baca Juga: Premi CDS Naik, Gejolak Mulai Merembet ke Pasar Obligasi dan Surat Utang Pemerintah

Di luar penerbitan SUN, pemerintah juga menerbitkan sejumlah instrumen lain untuk memenuhi kebutuhan pembiayaan APBN 2026 yang ditargetkan mencapai Rp 689,1 triliun. Salah satunya melalui lelang Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) yang digelar pada 1 Januari, 27 Januari, dan 10 Februari dengan total serapan mencapai Rp 36 triliun.

Direktur DJPPR Kemenkeu, Suminto, mengatakan incoming bids pada lelang SUN terbaru masih tergolong kuat meski beberapa pasar global tengah memasuki periode libur Tahun Baru Imlek di sejumlah negara seperti Singapura dan Hong Kong.

Menurutnya, permintaan investor masih terkonsentrasi pada tenor menengah, khususnya seri lima tahun dan 10 tahun yang masing-masing mencatat incoming bids sebesar Rp 24,16 triliun dan Rp 21,07 triliun. Hal ini menunjukkan preferensi investor terhadap tenor yang likuid dan menjadi benchmark di pasar sekunder.

Baca Juga: Pemerintah Bakal Terbitkan 8 Seri SBN Ritel, Target Pendanaan Hingga Rp 170 Triliun

Suminto menambahkan, partisipasi investor domestik tetap dominan terutama dari sektor perbankan yang menyumbang porsi terbesar pemenang lelang. Sementara itu, investor asing juga tetap berpartisipasi dengan awarded bids sekitar 15,50% dari total nilai yang dimenangkan.

Kondisi tersebut dinilai mencerminkan kepercayaan investor terhadap fundamental ekonomi Indonesia serta kredibilitas pengelolaan fiskal pemerintah.

“Meskipun incoming bids menurun dibandingkan lelang sebelumnya, yield yang diminta investor masih kompetitif. Penurunan penawaran terutama berasal dari SPN tenor pendek seiring strategi perbankan dalam mengantisipasi kebutuhan likuiditas menjelang Lebaran,” ujar Suminto dalam keterangan tertulis, Kamis (19/2).

Selanjutnya: Bos Freeport Klaim Perpanjangan IUPK Dongkrak Penerimaan Negara Rp 90 T per Tahun

Menarik Dibaca: 11 Tips agar Tidak Gampang Lapar saat Puasa, Coba Terapkan!

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Intensive Sales Coaching: Lead Better, Sell More! [Intensive Workshop] Excel for Business Reporting

[X]
×