kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.413.000   30.000   1,26%
  • USD/IDR 16.702   47,00   0,28%
  • IDX 8.509   -37,16   -0,43%
  • KOMPAS100 1.173   -6,40   -0,54%
  • LQ45 846   -6,27   -0,74%
  • ISSI 301   -0,86   -0,28%
  • IDX30 436   -3,82   -0,87%
  • IDXHIDIV20 504   -3,85   -0,76%
  • IDX80 132   -0,78   -0,59%
  • IDXV30 138   0,50   0,36%
  • IDXQ30 139   -1,24   -0,89%

Pemerintah rencanakan penerbitan Pandemic Bond sebesar Rp 449,9 triliun


Senin, 06 April 2020 / 17:10 WIB
Pemerintah rencanakan penerbitan Pandemic Bond sebesar Rp 449,9 triliun
ILUSTRASI. Menkeu Sri Mulyani Indrawati saya memberikan pidato kunci dalam 5th Counter Terrorism Financing Summit di Manila, Filipina (13/11/2019).


Reporter: Grace Olivia | Editor: Noverius Laoli

Perry menegaskan bahwa posisi BI nantinya adalah sebagai last resort di mana pembelian SBN di pasar perdama hanya akan dilakukan apabila pasar sudah tidak dapat lagi menyerap lantaran volume penerbitan terlalu besar atau tingkat yield naik terlalu tinggi sehingga menjadi irasional.

“Dalam konteksi ini kami perlu tegaskan bahwa ini bukan bailout, tidak ada bailout. Kaidah dan tata kelola dalam pembelian SBN oleh BI di pasar primer tetap dilakukan dan kalau memang perlu dilakukan, akan dibahas dalam KSSK,” tandas Perry dalam kesempatan yang sama.

Baca Juga: Sri Mulyani: Kenaikan yield SUN dapat goncang stabilitas sistem keuangan

Adapun Perry menyebut, kebutuhan nilai penerbitan SBN khusus atau pandemic bonds tersebut masih akan dibahas lagi lebih lanjut.

Menurutnya, saat ini pemerintah fokus mengidentifikasi kebutuhan anggaran untuk penanganan kesehatan, jaminan sosial, dan dunia usaha serta program pemulihan ekonomi ke depan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mitigasi, Tips, dan Kertas Kerja SPT Tahunan PPh Coretax Orang Pribadi dan Badan Supply Chain Management on Practical Inventory Management (SCMPIM)

[X]
×