Reporter: Lailatul Anisah | Editor: Tri Sulistiowati
KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah memastikan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, telah berhasil dikendalikan. Saat ini, pemerintah menyebut masih terdapat satu hingga dua titik api yang dalam proses penanganan.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan Djamari Chaniago mengatakan, penanganan karhutla di Bromo telah dilakukan secara cepat oleh pemerintah bersama Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) dan Kementerian Kehutanan.
“Bromo, Pak BNPB dan Menteri Kehutanan baru tadi malam pulang. Jadi tadi dilaporkan juga bahwa itu sudah kita selesaikan. Tinggal satu titik, dua titik saja,” ujar Djamari dalam konferensi pers di Kantornya, Senin (10/8/2026).
Baca Juga: Empat Hari Dibuka, Peminat Upacara HUT RI di Istana Capai 336.000 Pendaftar
Djamari mengatakan Bromo menjadi salah satu wilayah di luar enam provinsi yang saat ini menjadi fokus utama pemerintah dalam pengendalian karhutla.
Selain Bromo, pemerintah juga mencatat sejumlah titik kebakaran di daerah lain telah berhasil ditangani. Kebakaran di Jawa Barat serta kawasan sekitar Gunung Rinjani juga disebut telah selesai.
Meski demikian, pemerintah tetap meningkatkan kewaspadaan mengingat kondisi cuaca yang dipengaruhi El Nino dapat mempercepat penyebaran api.
Djamari mengatakan pemerintah telah mengerahkan kekuatan operasi udara dan darat untuk mengantisipasi potensi karhutla. Untuk operasi udara, sekitar 43 helikopter telah dikerahkan, sementara 10-15 pesawat fixed wing disiapkan sesuai kebutuhan.
Pemerintah juga akan memanfaatkan operasi modifikasi cuaca (OMC) apabila terdapat awan hujan yang memungkinkan dilakukannya hujan buatan.
“Semoga dalam minggu ini sampai dengan tanggal 18 Agustus yang akan datang, kita menemukan awan hujan. Sehingga kita bisa melakukan OMC,” kata Djamari.
Senada, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Suharyanto, mengatakan bahwa kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda kawasan Gunung Bromo, Jawa Timur, tersisa dua titik api.
“Seperti Bromo, kita kerahkan tiga heli (helikopter) dan langsung bisa mengatasi, dari 34, tinggal 2 titik (api),” kata Suharyanto.
Baca Juga: Pemerintah Bidik 150.000 Fresh Graduate lewat Program Magang Nasional 2026
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News













![[Intensive Workshop] Business Dashboard, From Excel to Power BI](https://fs-media.kontan.co.id/kstore/upload/brand_images/brand_images_22072614202900.jpg)
