kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.857.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.020   -18,00   -0,11%
  • IDX 7.027   -157,66   -2,19%
  • KOMPAS100 971   -21,90   -2,21%
  • LQ45 715   -12,21   -1,68%
  • ISSI 251   -5,90   -2,30%
  • IDX30 389   -4,63   -1,18%
  • IDXHIDIV20 483   -4,52   -0,93%
  • IDX80 109   -2,25   -2,01%
  • IDXV30 133   -1,42   -1,05%
  • IDXQ30 127   -1,23   -0,96%

Pemerintah pasok kebutuhan dengan daging beku


Selasa, 26 Februari 2013 / 07:53 WIB
ILUSTRASI. Ini Kurs Jual Beli Rupiah-Dolar AS Di BRI. KONTAN/Fransiskus Simbolon/05/09/2018


Reporter: Arif Wicaksono | Editor: Amal Ihsan

JAKARTA. Pemerintah masih terus berusaha menekan kenaikan harga daging sapi. Salah satu caranya adalah dengan memasok daging beku dari daerah produsen ke sentra-sentra konsumen daging.

Direktur Jenderal Peternakan dan Kesehatan Hewan Kementerian Pertanian Syukur Iwantoro bilang, peningkatan pasokan daging ke wilayah Jabodetabek sebagai konsumen utama bisa menekan harga daging ke level  Rp 80.000 per kilogram.

Menurut Syukur, Kementerian Pertanian sudah bertemu dengan para kepala Dinas Peternakan tingkat provinsi dan Balai Karantina Hewan. Pertemuan itu menghasilkan beberapa kesepakatan, seperti Jawa Timur mengizinkan sapi dari Bali dipotong di Rumah Pemotongan Hewan (RPH) Jawa Timur.

Kemudian, daging tersebut akan dikirim dalam bentuk beku ke Jakarta dan sekitarnya. "Harapannya, aturan ini bisa menekan harga daging di Jabodetabek karena sapi tidak harus dipotong di RPH Jakarta," ujarnya, akhir pekan lalu.

Syukur menambahkan, Juli 2013, pemerintah juga akan membuka 14 RPH modern siap produksi di Mataram, Bima, Jember, Malang, serta daerah lain di Jawa Tengah dan Jawa Timur.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×