kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.859.000   40.000   1,42%
  • USD/IDR 17.535   104,00   0,60%
  • IDX 6.859   -46,72   -0,68%
  • KOMPAS100 916   0,38   0,04%
  • LQ45 670   1,21   0,18%
  • ISSI 248   -2,34   -0,93%
  • IDX30 377   0,90   0,24%
  • IDXHIDIV20 461   -0,72   -0,16%
  • IDX80 104   0,22   0,22%
  • IDXV30 132   0,58   0,44%
  • IDXQ30 120   -0,91   -0,75%

Pemerintah Optimistis Perekonomian Indonesia Tahun Depan Akan Jauh Lebih Baik


Selasa, 11 April 2023 / 17:43 WIB
ILUSTRASI. Kawasan bisnis dan perkantoran di Jakarta, Senin (3/4/2023). ./pho KONTAN/CCcarolus Agus Waluyo/03/04/2023.


Reporter: Dendi Siswanto | Editor: Tendi Mahadi

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Meski perekonomian Indonesia diperkirakan akan melambat pada tahun ini, namun pemerintah masih optimis dalam menghadapi perekonomian tahun depan. Bahkan diperkirakan perekonomian Indonesia tahun depan masih menyentuh di atas 5%.

Tim Asistensi Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Raden Pardede menyampaikan, perekonomian Indonesia masih berpeluang lebih baik jika dibandingkan dengan tahun ini.

Raden bilang, lembaga internasional seperti Bank Dunia (World Bank) memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2023 berada di level 4,9%. Untuk itu, di tahun depan, Raden memperkirakan pertumbuhan ekonomi masih bisa menyentuh di atas 5%.

"Boleh dikatakan proyeksi ekonomi Indonesia tahun depan tentunya lebih baik dari tahun ini. Kalau para agen internasional tadi atau para ekonom internasional memperkirakan Indonesia di bawah 5%, berarti tahun depan kita bisa lebih tinggi dari 5%," ujar Raden dalam diskusi Webinar yang dipantau secara daring, Selasa (11/4).

Baca Juga: Meski Ekspektasi Ekonomi Naik, Masyarakat Kurang Yakin dengan Prospek Penghasilan

Mengingat tahun depan merupakan tahun politik, Raden menyampaikan, penyelenggaraan Pemilu 2024 memiliki dampak positif dan dampak negatif bagi perekonomian Indonesia. Dari sisi positifnya, kegiatan kampanye Pemilu, konsumsi masyarakat akan meningkat.

"Pada saat pemilu, belanja naik, karena mungkin ada juga pada saat pemilu mereka akan melakukan belanja kaos kemudian juga para artis atau penyanyi itu menyebabkan belanja naik. Ini yang kita lihat dari tahun ke tahun," terangnya.

Namun, di sisi lain, dirinya mengakui bahwa penyelenggaraan pemilu berdampak kepada investor yang cenderung wait and see berinvestasi ke Indonesia.

"Keputusan investasi bisa ditunda karena mereka menunggu-nunggu siapa ni yang akan menjadi pemenangnya, kira-kira kebijakannya seperti apa," ungkap Raden.  

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×