kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.920.000   30.000   1,04%
  • USD/IDR 16.900   45,00   0,27%
  • IDX 7.935   -168,62   -2,08%
  • KOMPAS100 1.117   -23,38   -2,05%
  • LQ45 816   -13,78   -1,66%
  • ISSI 278   -6,99   -2,45%
  • IDX30 426   -6,36   -1,47%
  • IDXHIDIV20 515   -6,10   -1,17%
  • IDX80 125   -2,26   -1,78%
  • IDXV30 139   -2,98   -2,10%
  • IDXQ30 139   -1,10   -0,79%

Pemerintah optimis pertumbuhan 2016 tetap 5,3%


Jumat, 20 Mei 2016 / 19:27 WIB
Pemerintah optimis pertumbuhan 2016 tetap 5,3%


Reporter: Asep Munazat Zatnika | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Pemerintah masih percaya diri bisa mencapai target pertumbuhan ekonomi di level 5,3% untuk tahun 2016.

Dengan demikian, tidak akan ada revisi asumsi makro untuk pertumbuhan dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Perubahan (RAPBN-P) 2016.

Padahal, Bank Indonesia telah menurunkan proyeksi pertumbuhan ekonomi dari kisaran 5,2%-5,6% menjadi antara 5%-5,4% untuk tahun 2016. 

Namun, menurut Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro, pihaknya masih punya sejumlah senjata untuk mendorong pertumbuhan.

Di antaranya adalah kebijakan pengampunan pajak atau tax amnesty, yang akan mendoorng penerimaan negara. Begitu juga di sisi investasi, pemerintah mengaku yakin akan tumbuh.

Pemerintah tidak akan terpengaruh dengan proyeksi dari pihak lain, termasuk BI. "BI itu hanya pengamat buat kita," kata Bambang, Jumat (20/5) di Jakarta.

Mengenai adanya ancaman shortfall penerimaan pajak karena lemahnya industri yang berabsis komoditas, Bambang yakin akan tertutupi dengan tax amnesty penggunaan Sisa Lebih Anggaran (SILPA) dan penambahan pembiayaan.

Pemerintah juga telah memastikan akan memangkas anggaran belanja operasional yang tidak perlu di sejumlah Kementerian/Lemabaga (K/L) senilai Rp 50,2 triliun. Sehingga defisit masih bisa dijaga di bawah 2,5%. 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×