kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.631.000   29.000   1,11%
  • USD/IDR 16.870   24,00   0,14%
  • IDX 8.885   -52,03   -0,58%
  • KOMPAS100 1.226   -2,75   -0,22%
  • LQ45 867   -1,47   -0,17%
  • ISSI 324   0,11   0,04%
  • IDX30 441   1,22   0,28%
  • IDXHIDIV20 520   3,38   0,65%
  • IDX80 136   -0,29   -0,21%
  • IDXV30 144   0,32   0,22%
  • IDXQ30 142   1,10   0,79%

Pemerintah masih mau utang untuk bangun jalan tol


Senin, 09 September 2013 / 23:08 WIB
Pemerintah masih mau utang untuk bangun jalan tol
ILUSTRASI. Ilustrasi link Twibbon Hari Kartini 2022.


Reporter: Dikky Setiawan | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) masih meminjam anggaran dari Pemerintah China, untuk membangun jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan seksi II.

Pada November 2012, Kementerian PU melakukan groundbreaking pembebasan lahan Tol Cisumdawu seksi I. Anggaran yang dipinjam dari China sebesar Rp 1,2 triliun.

"Kalau masih ada (pinjaman Cina), kami mau pakai lagi. Tetapi, belum dibahas lagi," ujar Menteri PU Djoko Kirmanto, Senin (9/9/2013).

Djoko menjelaskan, dua seksi pertama tol sepanjang 58,35 kilometer, merupakan tanggung jawab pemerintah berupa viability gap fund (VGF).

Terkait pinjaman dari asing, Djoko mengaku pihaknya sangat terbuka dengan dana lunak tersebut. Kendati demikian, APBN murni memungkinkan, ia lebih memilih menggunakan APBN.

"Kalau ada anggaran dari APBN dipakai juga," ucap Djoko.

Tol Cisumdawu dibagi menjadi enam seksi, yakni Cileunyi-Tanjungsari (9,80 kilometer), Tanjungsari-Sumedang (17,51 kilometer), Sumedang-Cimalaka (3,73 kilometer), Cimalaka-Legok (6,96 kilometer), Legok-Ujungjaya (16,35 kilometer), dan Ujungjaya-Kertajati (4,00 kilometer). (Tribunnews)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Mastering Management and Strategic Leadership (MiniMBA 2026) Global Finance 2026

[X]
×