kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   0   0,00%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Pemerintah masih mau utang untuk bangun jalan tol


Senin, 09 September 2013 / 23:08 WIB
Pemerintah masih mau utang untuk bangun jalan tol
ILUSTRASI. Ilustrasi link Twibbon Hari Kartini 2022.


Reporter: Dikky Setiawan | Editor: Dikky Setiawan

JAKARTA. Pemerintah melalui Kementerian Pekerjaan Umum (PU) masih meminjam anggaran dari Pemerintah China, untuk membangun jalan tol Cileunyi-Sumedang-Dawuan seksi II.

Pada November 2012, Kementerian PU melakukan groundbreaking pembebasan lahan Tol Cisumdawu seksi I. Anggaran yang dipinjam dari China sebesar Rp 1,2 triliun.

"Kalau masih ada (pinjaman Cina), kami mau pakai lagi. Tetapi, belum dibahas lagi," ujar Menteri PU Djoko Kirmanto, Senin (9/9/2013).

Djoko menjelaskan, dua seksi pertama tol sepanjang 58,35 kilometer, merupakan tanggung jawab pemerintah berupa viability gap fund (VGF).

Terkait pinjaman dari asing, Djoko mengaku pihaknya sangat terbuka dengan dana lunak tersebut. Kendati demikian, APBN murni memungkinkan, ia lebih memilih menggunakan APBN.

"Kalau ada anggaran dari APBN dipakai juga," ucap Djoko.

Tol Cisumdawu dibagi menjadi enam seksi, yakni Cileunyi-Tanjungsari (9,80 kilometer), Tanjungsari-Sumedang (17,51 kilometer), Sumedang-Cimalaka (3,73 kilometer), Cimalaka-Legok (6,96 kilometer), Legok-Ujungjaya (16,35 kilometer), dan Ujungjaya-Kertajati (4,00 kilometer). (Tribunnews)

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU

[X]
×