kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.769.000   0   0,00%
  • USD/IDR 17.586   33,00   0,19%
  • IDX 6.723   -135,58   -1,98%
  • KOMPAS100 893   -22,45   -2,45%
  • LQ45 658   -11,96   -1,79%
  • ISSI 243   -4,93   -1,99%
  • IDX30 371   -5,63   -1,49%
  • IDXHIDIV20 455   -6,14   -1,33%
  • IDX80 102   -2,10   -2,02%
  • IDXV30 130   -2,00   -1,52%
  • IDXQ30 119   -1,28   -1,07%

Pemerintah klaim sudah profesional dalam kelola utang


Rabu, 28 Maret 2018 / 16:06 WIB
ILUSTRASI. Kepala Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Suahasil Nazara


Reporter: Galvan Yudistira | Editor: Sofyan Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Pemerintah mengklaim sudah sangat profesional dalam mengelola utang. Pengelolaan utang Indoneesia saat ini juga disebut sudah jauh lebih baik dibandingkan dengan orde baru.

Suahasil Nazara, Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) bilang pada jaman orde baru, sebanyak 95% utang dalam mata uang asing. "Kalau tahu, sebenarnya jaman orde baru utang Indonesia 95% dalam mata uang asing," kata Suahasil dalam diskusi panel di acara peluncuran buku laporan perekonomian 2017, Rabu (28/3).

Pada zaman orde baru, juga belum ada instrumen surat utang negara atau SUN. Menurut Suahasil, SUN baru ada pada 2004. Dengan banyaknya utang dalam mata uang asing pada zaman orde baru membuat risiko pemerintah cukup tinggi.

Saat ini, pemerintah terus mengurangi paparan utang dalam mata uang asing. Selain itu, pemerintah pada 2004, juga mengeluarkan undang-undang keuangan negara yang berusaha menata pengelolaan utang pemerintah.

Bisa dibilang saat ini pengelolaan utang pemerintah sudah sangat profesional. Pemerintah mempunyai beberapa strategi dalam mengelola utang. Pertama adalah berusaha mengelola jatuh tempo utang jangan sampai membebani masa depan.

Selain itu, pemerintah juga berusaha menjaga komunikasi dengan pasar dan memperbaiki pengelolaan utang dan struktur belanja negara.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×