kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.635.000   -20.000   -0,75%
  • USD/IDR 18.159   72,00   0,40%
  • IDX 5.947   22,19   0,37%
  • KOMPAS100 772   1,24   0,16%
  • LQ45 590   0,54   0,09%
  • ISSI 205   1,43   0,70%
  • IDX30 334   0,24   0,07%
  • IDXHIDIV20 413   0,06   0,01%
  • IDX80 88   0,21   0,24%
  • IDXV30 112   0,04   0,04%
  • IDXQ30 107   -0,12   -0,11%

Pemerintah Kekurangan Anggaran Alutsista Rp 50 Triliun


Rabu, 23 Juni 2010 / 16:58 WIB


Reporter: Lamgiat Siringoringo | Editor: Tri Adi

JAKARTA. Pemerintah kekurangan anggaran untuk alat utama sistem persenjataan (alutsista) selama lima tahun ke depan. Menteri Keuangan Agus Martowardoyo mencatat kalau kekurangan anggaran sampai dengan 2015 sebanyak Rp 50 triliun. Kekurangan itu berdasarkan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) yang sudah disusun oleh pemerintah dibandingkan dengan kebutuhan dari Kementerian Pertahanan.

Walaupun ada kekurangan anggaran, Menkeu mengatakan bahwa kekurangan itu tidak terlalu besar. Makanya dia tetap optimistis bahwa kekurangan anggaran itu bisa diatasi oleh Kementerian Keuangan. "Kita bisa meningkatkan penerimaan negara dengan baik, baik itu pajak atau nonpajak, atau penerimaan sumber daya alam. Itu sesuatu yang optimistis ke depan," ujar Agus di istana Wakil Presiden seusai rapat pembahasan alutsista, Rabu (23/6). Untuk di tahun depan, pemerintah sudah bisa mengalokasikan anggaran sebanyak Rp 7 triliun. Anggaran tahun depan ini sudah masuk dalam pagu indikatif dari Kementerian Pertahanan.

Agus mengatakan, dalam rapat tersebut, Kementerian Pertahanan memberikan pemaparan kebutuhan tentara untuk alutsista selama 15 tahun ke depan. Dengan peralatan senjata dan infrastruktur tersebut, Kementerian Pertahan semakin baik untuk melaksanakan tugas pengamanan nasional.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU

[X]
×