kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 1.781.000   -38.000   -2,09%
  • USD/IDR 16.565   165,00   0,99%
  • IDX 6.511   38,26   0,59%
  • KOMPAS100 929   5,57   0,60%
  • LQ45 735   3,38   0,46%
  • ISSI 201   1,06   0,53%
  • IDX30 387   1,61   0,42%
  • IDXHIDIV20 468   2,62   0,56%
  • IDX80 105   0,58   0,56%
  • IDXV30 111   0,69   0,62%
  • IDXQ30 127   0,73   0,58%

Pemerintah Kantongi PNBP Rp 203,3 Triliun hingga April 2024


Rabu, 29 Mei 2024 / 19:06 WIB
Pemerintah Kantongi PNBP Rp 203,3 Triliun hingga April 2024
ILUSTRASI. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat, realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp 203,3 triliun pada periode Januari-April 2024 atau setara 41,3% dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Indonesia (APBN) 2024.


Reporter: Rashif Usman | Editor: Khomarul Hidayat

KONTAN.CO.ID - JAKARTA. Kementerian Keuangan (Kemenkeu) mencatat, realisasi Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) mencapai Rp 203,3 triliun pada periode Januari-April 2024 atau setara 41,3% dari target Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara Indonesia (APBN) 2024. 

Pertumbuhan PNBP ini terkoreksi 6,8% jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu dengan capaian Rp 217,8 triliun.

Menteri Keuangan Sri Mulyani mengatakan, kinerja PNBP pada periode tahun lalu sangat tinggi lantaran kontribusi dari sumber daya alam (SDA) migas dan non migas. Namun penerimaan dari kedua komponen tersebut berangsur menurun.

Dalam paparannya, PNBP SDA migas tercatat Rp 36,7 triliun. Realisasi ini telah setara 33,3% dari target APBN 2024. Realisasi tahun ini terkontraksi 10,4% secara tahunan yang dipengaruhi oleh moderasi Indonesian Crude Oil Price (ICP) dan lifting minyak.

"Untuk SDA nonmigas turun lebih tajam Rp 39,2 triliun dari Rp 57,6 triliun, turunnya 31,9%," ucap Sri Mulyani, dalam APBN Kita 2024, Senin (27/5/2024).

Baca Juga: Kementerian ESDM Catat Realisasi PNBP Sektor Migas Rp 36,81 Triliun Per Mei 2024

PNBP nonmigas SDA dipengaruhi moderasi harga batubara dan pelandaian tingkat volume produksi batubara.

Kemudian, PNBP kekayaan negara dipisahkan (KND), terutama dividen BUMN tercatat tumbuh 21,4% menjadi Rp 49,6 triliun.

"Ini dividen BUMN, terutama Bank Himbara. Himbara ini sudah memberikan kontribusi yang positif dan baik. Ini sudah pulih dibandingkan situasi saat Covid," ujarnya.

PNBP lainnya tercatat lebih rendah dari tahun lalu. Tercatat, penerimaan dalam komponen ini mencapai Rp 53,9 triliun atau terkontraksi sebesar 5,5%. 

Sri Mulyani mengungkapkan hal ini disebabkan oleh tren pendapatan jasa transportasi dan layanan administrasi yang mengalami koreksi.

PNBP dari BLU tercatat masih postif terutama sektor pendidikan dan kesehatan dengan pendapatan mencapai Rp 24 triliun atau naik 11,4% dari tahun lalu.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News


Survei KG Media

TERBARU
Kontan Academy
Supply Chain Management on Procurement Economies of Scale (SCMPES) Brush and Beyond

[X]
×