kontan.co.id
banner langganan top
| : WIB | INDIKATOR |
  • EMAS 2.773.000   -15.000   -0,54%
  • USD/IDR 17.739   71,00   0,40%
  • IDX 6.162   67,10   1,10%
  • KOMPAS100 813   8,13   1,01%
  • LQ45 620   4,04   0,66%
  • ISSI 218   3,97   1,85%
  • IDX30 355   2,58   0,73%
  • IDXHIDIV20 437   -1,89   -0,43%
  • IDX80 94   1,08   1,17%
  • IDXV30 121   0,41   0,34%
  • IDXQ30 115   -0,63   -0,54%

Pemerintah janjikan RUU Pengadaan Lahan rampung Juli


Selasa, 19 April 2011 / 21:13 WIB
ILUSTRASI. Jelang tengah hari, ini kurs rupiah-dollar Singapura di BNI, Selasa 7 Juli 2020. KONTAN/Cheppy A. Muchlis


Reporter: Hans Henricus | Editor: Dupla Kartini

BOGOR. Pemerintah menjamin masalah lahan tidak akan mengganjal pembangunan enam koridor ekonomi. Sebab, rancangan undang-undang (RUU)
pengadaan lahan untuk kepentingan umum bakal kelar pertengahan tahun ini.

Menteri Koordinator Perekonomian Hatta Rajasa mengatakan, RUU itu akan rampung menjadi undang-undang pada Juli mendatang. "Seluruh fraksi di DPR menyatakan penting untuk segera diselesaikan," ujar Hatta usai pertemuan pemerintah dan dunia usaha di Istana Bogor, Selasa (19/4).

Adapun RUU pengadaan lahan merupakan salah regulasi utama dalam percepatan dan perluasan ekonomi Indonesia melalui enam koridor. Hatta
mengatakan, agar proses investasi di enam koridor itu berjalan lancar, maka pemerintah menyelesaikan maupun merevisi berbagai regulasi, dari
undang-undang, peraturan pemerintah, peraturan menteri, hingga peraturan daerah.

Lanjut Hatta, unit kerja Presiden untuk pengawasan dan pengendalian pembangunan (UKP4) terlibat dalam memonitor penyelesaian regulasi itu.
"UKP4 memonitor terus progress regulasi-regulasi ini," imbuhnya.

Ketua umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Sofjan Wanandi meminta pemerintah segera menyelesaikan masalah pengadaan tanah untuk
pembangunan infrastruktur. Sehingga proyek-proyek dalam koridor ekonomi tidak terhambat.

Menurutnya, pengadaan tanah adalah persoalan utama dalam pembangunan infrastruktur. Dia juga berharap komitmen menyelesaikan RUU pengadaan lahan itu pada bulan Juli nanti. "Jangan ada persoalan tanah untuk infrastruktur yang bertele-tele dan berputar-putar," kata Sofjan.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News




TERBARU
Kontan Academy
Promo Markom Kepailitan & PKPU, dalam Turbulensi Perekonomian : Ancaman atau Solusi?

[X]
×